alexametrics

Kapal Motor Tenggelam, 8 Korban Ditemukan Tak Bernyawa, 4 Orang Hilang

23 Januari 2019, 15:00:22 WIB

JawaPos.com – Pencarian 12 korban hilang tenggelamnya kapal motor penyeberangan sungai Kapuas di Desa Nanga Seberuang Kecamatan Semitau Kabupaten Kapuas Hulu terus dilakukan. Senin (21/1), tim gabungan berhasil menemukan delapan korban.

Setelah melakukan penyisiran sekitar empat jam lamanya, tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban atas nama Roni Veronika Nata, 33, dan Julio, 6 bulan. Kedua korban kapal penyeberangan yang tenggelam di sungai Kapuas, Kecamatan Semitau, Kabupaten Kapuas Hulu ini ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Mereka ditemukan sekitar 3,2 KM dari arah hilir lokasi kapal tenggelam.

“Selanjutnya kedua korban tersebut dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sejiram,” ujar Kepala Kantor Search and Rescue (SAR) Pontianak, Hery Marantika dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Rabu (23/1).

Lebih lanjut dia menjelaskan, selang dua setengah jam, tepatnya pukul 12.40 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban lagi, atas nama Alfonsia Halina, 41. Korban ketiga ini juga ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sekitar 1,5 KM dari lokasi tenggelamnya kapal nahas tersebut.

“Korban ini juga dibawa ke Puskesmas Sejiram,” ujar Hery.

Penyisiran terus membuahkan hasil. Lima korban lainnya kembali ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Mereka diantaranya, Aprilius Kansius Lele, 7, ditemukan pada pukul 15.40 WIB; Carolus H N Suri, 34, ditemukan pukul 17.00 WIB; Finsensius Balu, 36, ditemukan pukul 17.10 WIB; Asterius M Lele, 30, ditemukan pukul 17.30 WIB.

“Nah, sedangkan satu korban lainnya berjenis kelamin laki-Laki masih belum bisa diketahui identitasnya,” ujar Hery.

Dengan ditemukannya delapan korban ini, tim SAR masih melakukan pencarian empat korban lainnya. Seperti yang diketahui, kapal penyeberangan ini membawa 24 orang. Saat karam, pada Sabtu (19/1) malam, seorang penumpang ditemukan meninggal, sebelas selamat dan 12 hilang.

Ia menjelaskan, pencarian korban tenggelam dilakukan di tiga titik. Dengan metode pencarian di atas permukaan. Namun tidak semua personel tim gabungan diterjunkan dalam proses pencarian tersebut.

“Karena harus melihat situasi dan kondisi di lapangan,” ucap Hery.

Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu AM Nasir mengatakan, sejauh ini pihaknya telah melakukan beberapa upaya dalam membantu proses pencarian para korban hilang. Dengan melakukan koordinasi dan membentuk tim gabungan. Melibatkan Basarnas Kalbar, Tagana, TNI, Polri, Pramuka dan masyarakat setempat.

“Jumlah mereka (tim gabungan) itu sekitar ratusan orang, mereka terus melakukan pencarian dan melakukan evakuasi,” ujarnya saat di pendopo Bupati Kapuas Hulu, Senin (21/1).

Nasir berharap, kejadian tenggelamnya kapal motor tidak terulang di Bumi Uncak Kapuas. Untuk itu, dia mengimbau semua pihak tetap mengutamakan keselamatan. Terutama pada lalu-lintas sungai.

“Kami tetap melakukan komunikasi dengan Tim Gabungan yang ada di lapangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kapuas Hulu Rajuliansyah berharap upaya sejumlah instansi gabungan yang melakukan pencarian korban tenggelam bisa berhasil. Dia minta urus dulu masalah korban tenggelam.

“Setelah itu kita perlu adakan pertemuan, apa yang menyebabkan peristiwa itu bisa terjadi,” katanya.

Menurutnya, musibah karamnya kapal motor di Semitau harus menjadi sebuah pelajaran untuk meningkatkan pengawasan pada lalu-lintas sungai. Seandainya kapal motor punya izin penyeberangan dari pemerintah, tentu dinas teknis harus melakukan pengawasan berkaitan muatan.

“Karena pemerintah punya wewenang untuk kebijakan aturan tentang penyeberangan,” pungkas Rajuliansyah.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : jpg



Close Ads
Kapal Motor Tenggelam, 8 Korban Ditemukan Tak Bernyawa, 4 Orang Hilang