JawaPos Radar

Labfor Polda Jatim Analisa Kebakaran Ruko di Malang

23/01/2018, 18:54 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kebakaran Ruko
ANALISA : Tim labfor Lolda Jatim saat menganalisa penyebab kebakaran di toko Sport Mania, Jalan MT Haryono, Kota Malang, Selasa (23/1). (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Penyebab kebakaran ruko di Jalan MT Haryono, Kota Malang, masih belum diketahui. Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim Jawa Timur (Jatim) masih melakukan analisa.

Rombongan tim Labfor Polda Jatim tiba di lokasi kebakaran, Selasa (23/1) sekitar pukul 11.30 WIB. Tampak hadir pula petugas Unit Identifikasi TKP dari Polres Malang Kota. Mereka lantas melakukan pengecekan di beberapa sudut ruangan hingga pukul 13.30 WIB.

"Saat ini penyebabnya masih dalam analisa. Cuma di situ kami mengambil barang bukti abu. Abu itu nanti kami bawa ke lab dan di analisa (apakah) ada kandungan bahan bakarnya tidak," ungkap Ketua Tim Labfor Polda Jatim Kompol Hadi Purwanto.

Petugas juga mengambil sumber panas di sekitar lokasi kebakaran. "Di situ ada lampu penerangan sama kabel instalasi listrik. Dari kabel juga kami analisa. Apakah itu rusak akibat kebakaran atau rusak sebagai penyebab," jelasnya.

Diperkirakan, hasil uji laboratorium selesai dalam jangka waktu dua hingga tiga minggu ke depan. "Jadi kami masih perlu waktu untuk hasilnya," tandas Hadi Purwanto.

Seperti diberitakan, kebakaran melanda deretan rumah toko (ruko) di Jalan MT Haryono, Kota Malang, Sabtu (20/1) pagi. Setidaknya ada lima ruko yang terbakar.

Imam Subaweh, salah satu saksi mata mengatakan, api muncul dari salah satu ruko fashion bernama Sport Mania. Menurutnya, peristiwa terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. "Sudah setengah jam belum bisa dipadamkan," ujar pria berusia 46 tahun itu pada JawaPos.com, Sabtu (20/1).

Di ruko tersebut memang sering ada beberapa karyawan yang menginap. "Sebagian karyawan ada yang tidur situ. Kalau nggak dari masak, ya korslet (yang menjadi penyebab kebakaran)," katanya.

Akibat kebakaran, pemilik Sport Mania, Abdul Muni mengaku mengalami kerugian hingga Rp 5 miliar. Seluruh bangunan rusak dan barang dagangannya terbakar.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up