alexametrics
Kaleidoskop 2018

Heboh Kasus Tabrak Lari Bos Cat Solo

22 Desember 2018, 11:50:18 WIB

JawaPos.com – Bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban, Rabu (22/8) sebuah kecelakaan yang menghebohkan terjadi di Kota Solo. Yakni antara sebuah Mobil Mercedes Benz bernomor polisi AD 888 QQ yang dikemudikan oleh Iwan Adranacus dengan sebuah sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AD 5435 OH yang dikendarai oleh Eko Prasetio.

Tabrakan maut yang terjadi di samping timur Mapolresta Solo atau tepatnya di Jalan KS Tubun itu menewaskan Eko Prasetio.

Kasus ini bermula dari cekcok mulut saat keduanya bertemu di simpang empat RM Said atau depan eks Pemuda Teater, Banjarsari, Solo. Cekcok mulut tersebut terus berlanjut hingga di Jalan KS Tubun. Dan akhirnya tabrakan pun tidak terhindarkan.

Kasus Tabrak Lari Bos Cat Solo
Meski digunakan untuk menabrak sepeda motor, tetapi mobil asal Jerman tersebut tidak mengalami kerusakan parah. (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Korban, Eko Prasetio sempat terlindas ban belakang mobil Mercy yang dikendarai Iwan. Akibatnya, korban langsung meninggal di lokasi kejadian karena luka parah yang dideritanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Eko mengalami trauma cukup parah yang mengakibatkan tulang tengkoraknya remuk. Usai kejadian, Iwan sempat berusaha melarikan diri dan langsung dikejar oleh warga yang saat itu ada di sekitar lokasi kejadian.

Iwan didapati hendak kembali ke rumahnya yang berada di belakang kompleks Aspol Manahan. Tersangka pun langsung berhasil diamankan oleh polisi dan langsung digelandang ke Mapolresta Solo. Iwan langsung diperiksa oleh penyidik Polresta Solo dan ditetapkan sebagai tersangka.

Iwan dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, ancaman hukumannya 15 tahun penjara, subsider pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

Kasus tabrakan maut ini sempat menjadi perhatian warga Solo dan sekitarnya. Hal ini karena, kasus tersebut sempat dipolitisasi dan diarahkan ke isu SARA. Sehingga, banyak yang melihatnya bukan sebagai kecelakaan biasa melainkan karena ada unsur lainnya.

Maka dari itu, pihak kepolisian dalam hal ini Polresta Solo berkomitmen akan menangani kasus tersebut secara serius dan transparan. Kapolresta Solo, Kombespol Ribut Hari Wibowo bahkan meminta kepada seluruh masyarakat agar mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

Tuntutan Ditunda

Selain itu, Ribut juga meminta agar kasus tersebut tidak dipolitisasi dan menjurus pada isu SARA. Warga diminta untuk tetap menjaga kondusifitas Kota Solo. Dua hari berselang dari kejadian tersebut, yakni Jumat (24/12) kepolisian yakni dari Polda Jawa Tengah (Jateng) langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Olah TKP ini tidak hanya melibatkan satu tim saja, melainkan beberapa tim. Diantaranya, dari Traffic Accident Analysis (TAA), Laboratorium Forensik (Labfor) dan Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS).

Setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya pada Selasa (6/11) Iwan Adranacus menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Solo. Dalam persidangan perdana ini, ayah almarhum Eko Prasetio, Suharto tampak hadir. Bahkan Suharto sempat memeluk terdakwa yang saat itu mengenakan rompi berwarna oranye.

Tetapi, saat memasuki agenda pembacaan tuntutan sidang yang diketuai oleh Majelis Hakim Krosbin Lumbangaul terpaksa ditunda sampai tahun depan atau 8 Januari mendatang. Hal ini disebabkan karena, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni Satriawan Sulaksono dan Titiek Maryani belum siap dengan tuntutannya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (apl/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads
Heboh Kasus Tabrak Lari Bos Cat Solo