alexametrics
Kaleidoskop 2018

5 Sopir Taksi Online Dibunuh, Modus Nyamar Jadi Penumpang

22 Desember 2018, 16:05:23 WIB

JawaPos.com – Aksi kriminalitas semakin marak dan sadis seiring berkembangnya zaman. Sopir taksi online menjadi sasaran perampokan disertai pembunuhan para penjahat. Selama 2018 tercatat sedikitnya lima sopir taksi online tewas dirampok saat bekerja.

Di Kota Palembang, sejak awal 2018 hingga 2018, tiga sopir taksi online menjadi korban perampokan berujung pembunuhan. Dua lainnya terjadi di Balikpapan, Kalimatan Timur dan Bogor, Jawa Barat.

Berikut catatan JawaPos.com sejak awal tahun hingga Desember yang terus menjadi sorotan pembaca:

5 Sopir Taksi Online Dibunuh, Modus Nyamar Jadi Penumpang
Korban sopir taksi online yang tewas dibunuh gerombolan perampok (Alwi Alim/JawaPos.com)

1. Tri Widiantoro Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

Kejadian berawal saat korban Tri Widiantoro, 44, mendapatkan order dari empat pelaku pada Kamis (15/2) dari Jalan Way Hitam Palembang menuju Kenten Ulung Talang Kelapa, Palembang. Namun, hingga malam hari korban tidak juga pulang ke rumahnya.

Keluarga melaporkan kejadian ini ke Kepolisian Polda (Polda) Sumsel. Namun, korban tetap tidak juga ditemukan. Ibarat patah arang, keluarga pun akhirnya menghentikan pencarian Tri Widiantoro.

Pasca 45 hari kejadian. Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku yakni Poniman, 21, dan Bayu Irmansyah, 20. Pelaku yang ingin melarikan diri dari pengejaran polisi pun akhirnya harus diberikan tembakan.

Bahkan, Poniman harus tewas karena berusaha merebut senjata petugas kepolisian. Sedangkan, Bayu ditembak disekujur kakinya. Polisi akhirnya berhasil menemukan jasad dari korban Tri dalam kondisi sudah tulang belulang di areal perkebunan aseit di kawasan Tanjung Lago, Kecamatan Kenten Laut, Kabupaten Banyuasin.

Tak hanya itu, polisi pun mendapatkan barang bukti mobil milik korban. Kapolda pun langsung mengeluarkan intruksi untuk melakukan tembak mati kepada buronan pelaku. Hingga akhirnya salah satu pelaku menyerahkan diri.

Pelaku tersebut yakni Tyas Dryantama, 19. Tak butuh waktu lama, Polda Sumsel pun berhasil meringkus kembali Hengki Kurniawan di daerah Jawa. Polisi juga terpaksa menembak mati pelaku lantaran melawan petugas saat akan ditangkap.

Kini, dua tersangka yang masih hidup yaitu, Bayu Irmansyah dan Tyas Dryantama harus mendekam dipenjara usai divonis seumur hidup oleh majelis hakim Hotnar Simamarta di Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Palembang.

2. Aji Saputra Dibuang di Sungai

Warga di sekitaran Jembatan Bruge Desa Mangun Jaya Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin (Muba) digegerkan penemuan mayat tanpa busana yang tersangkut di pipa bawa jembatan. Kamis (14/6). Mayat tersebut diketahui yakni M Aji Saputra, 24.

Aji yang tercatat warga Perumahan Pemda Blok E1 nomor 6 Palembang ini juga merupakan sopir taksi online yang menjadi korban perampokan disertai pembunuhan.

Kejadian ini berawal saat korban mendapatkan pesanan penumpang pada pukul 21.35 WIB dari JM Sukarame Palembang dengan tujuan Jalan Sukabangun II Palembang. Namun, hingga malam hari korban tidak juga pulang.

Bahkan, telpon korban pun sudah tidak aktif kembali. Hingga, pihak keluarga pun mendapatkan telpon jika Aji telah ditemukan tewas tanpa busana usai menjadi korban perampokan disertai pembunuhan.

Polda Sumsel pun langsung melakukan penyelidikan dan berhasil melacak jika ada tiga pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut. Ketiga pelaku yakni Yogi Andriansyah, 20, Bambang Kurniawan, 25, dan Willy, 20.

Kemudian polisi pun langsung melakukan teknik undercover untuk membeli mobil korban dari para ketiga pelaku di Desa Pauh Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, Sumsel. Saat akan dilakukan transaksi ketiga pelaku pun mengetahui dan langsung melarikan diri. Akibatnya terjadi kejar-kejaran antara polisi dan tiga pelaku.

Willy pun melompat dari mobil sedangkan dua tersangka lainnya akhirnya menabrak. Polisi pun langsung memberikan tembakan hingga Bambang pun tewas di lokasi kejadian. Sedangkan Yogi ditembak di kakinya.

Berdasarkan keterangan dari tersangka jika korban sempat ditelanjangi dan ditusuk menggunakan obeng sebelum tewas dan dibuang ke Sungai. Namun, nahas mayat tersebut tersangkut di pipa sehingga aksi tersebut gagal dan berurusan dengan hukum.

3. Sofyan Dibunuh dan Dibuang ke Semak-semak

Perampokan disertai pembunuhan kembali mencuat pada November. Yang menjadi korban yakni Sofyan, 43. Warga Sukawinatan Lorong Asoka Nomor 6001 RT 54 RW 07 Kelurhan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang ini dinyatakan hilang Senin (29/10) usai mengantarkan penumpang dari tujuan KM 5 menuju simpang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Kasus ini kembali menjadi atensi Kapolda Sumsel untuk menangkap pelakunya. Jatanras Polda Sumsel pun langsung melakukan penyelidikan dan mengetahui pelakunya yakni empat orang yaitu, Ridwan, 45, FR, 16, Acun, 21, dan Akbar, 31

Meski sempat kesulitan melacak keempat tersangka ini. Namun, Polda Sumsel berhasil meringkusnya. Penangkapan ini pertama kali yaitu, Ridwan, 45. Ridwan pun kemudian diminta untuk menunjukkan posisi korban.

Hingga akhirnya korban pun berhasil ditemukan di semak-semak pinggir Jalan di Kawasan Kecamatan Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumsel, Rabu (14/11).

Kapolda pun langsung memberikan intruksi tembak mati kepada tiga pelaku lainnya. Hingga dua pelaku menyerahkan diri yakni FR, 16, dan Acundra, 21. Kini Polda Sumsel tengah memburu pelaku yang masih buronan yakni Akbar, 31.

Sedangkan FR, 16, telah divonis pidana penjara selama 10 tahun oleh hakim yang diketuai Subur Susatyo karena mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Anak.

4. Hendarri Dibunuh setelah Selisih Paham dengan Penumpang

Handarri ditemukan tewas dengan kepala bersimbah darah, pada Selasa (12/6), pukul 09.15 WITA. Terdapat luka di bagian kepala, telinga, dan punggung lelaki berusia 27 tahun itu.

Diduga, ia menjadi korban pembunuhan. Tersangka pembunuhnya pun ditangkap PJR Ditlantas Polda Kaltim pada pukul 16.40 WITA. Pelaku bernama Darmadi Anca. Dia diamankan di Jalan Soekarno-Hatta Km 51. Tepatnya di Rumah Makan Tahu Sumedang.

Kasubdit Jatanras Kompol Yohanes membenarkan pelaku telah ditangkap. Sebelumnya, pada pukul 15.00 WITA, ditemukan petunjuk soal Darmadi dari seorang rekannya.

Rekannya itu mengaku mengantarkan Darmadi ke indekosnya di Jalan Prapatan, Balikpapan Kota dengan kondisi tangan terluka. Dari informasi tersebut, petugas mengejar tersangka ke indekosnya. Namun, Darmadi sudah tak ada.

“Kemudian, kami mendapat petunjuk bahwa pelaku menyewa mobil untuk berangkat ke Sangatta, Kutai Timur,” ucap Yohanes dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Rabu (13/6).

Dari sana, koordinasi dilakukan. Tim gabungan dari penyidik Polsek Balikpapan Selatan dan Polres Balikpapan dan Subdit III Jatanras Polda Kaltim meminta jajaran Ditlantas untuk melakukan razia. Darmadi pun berhasil terjaring.

“Hasil interogasi sementara, pelaku menyebut dia berselisih paham dengan korban. Sakit hati karena orderannya tak sesuai,” ujar Yohanes.

Handarri memang baru satu bulan ini mengambil pekerjaan sampingan sebagai sopir taksi online. Pekerjaan utamanya adalah sebagai pegawai Pegadaian.

Ayah Handarri, Rosidi, mengetahui kematian putra sulungnya itu dari ketua RT setempat sekitar pukul 10.00 WITA. Dari sana, dia diminta ke Polsek Balikpapan Selatan.

“Sampai Polsek, saya diberi kabar anak saya tewas dibunuh. Perasaan saya belum sedih saat itu. Namun, ketika melihat mayatnya di rumah sakit, hati saya hancur,” tuturnya.

Rosidi mengaku melihat langsung luka yang dialami anaknya. Banyak luka mirip sayatan atau tusukan di belakang kepala hingga dekat telinga. Dari situ, dia berasumsi bahwa anaknya adalah korban pembunuhan dengan motif perampokan.

“Saya menduga, anak saya mau dirampok. Dia mencoba mempertahankan mobilnya. Makanya dia berzig-zag dan menabrak pohon. Jadi, mobilnya tak bisa diambil. Yang diambil handphone-nya untuk menghilangkan jejak,” yakin Rosidi.

5. Justinus Sinaga Dibuang di Gunung Halimun

Seorang sopir taksi online Justinus Sinaga, 40, tewas dibunuh dan mayatnya ditemukan di semak-semak sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Peristiwa tersebut terjadi pada 5 Maret 2018.

Informasi yang dihimpun, mayat korban ditemukan warga di pinggir jalan menuju objek wisata Gunung Bunder Kabupaten Bogor atau di jalan Desa Gunungpicung, Kecamatan Pamijahan.

Kapolsek Cibungbulang Kompol Agus Suyandi mengatakan, korban diketahui bernama warga Jalan Beli Pladen RT 07/14, Kecamatan Beji, Kota Depok. Sehari-hari, Justinus berprofesi sebagai pengemudi angkutan daring Grab Car.

Agus menjelaskan, korban yang mengendarai Toyota Avanza hitam tipe G bernomor polisi B 1992 EKM, awalnya mendapat orderan penumpang dari depan Holland Bakery, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, sekitar pukul 22.00 WIB.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (lim/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
5 Sopir Taksi Online Dibunuh, Modus Nyamar Jadi Penumpang