JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bupati Anas Puji Pemerintah Pusat yang Mampu Dorong Daya Saing Daerah

22 November 2018, 17:42:53 WIB | Editor: Dida Tenola
Bupati Anas Puji Pemerintah Pusat yang Mampu Dorong Daya Saing Daerah Banyuwangi
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berbicara pada Forum Merdeka Barat di Surabaya, Kamis (22/11). (Istimewa)
Share this

Jawa Pos.com- Forum Merdeka Barat (FMB) berlangsung di Surabaya, Kamis (22/11). Mengambil tema ‘Membangun Indonesia dalam Perspektif Peningkatan Daya Saing Daerah, forum itu dihadiri Menristekdikti Prof M. Nasir dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Dalam kesempatan tersebut, Anas memuji kebijakan pemerintah pusat saat ini yang mampu mendorong daya saing daerah. Terutama kebijakan ekonomi dan sumber daya manusia (SDM). “Daya saing nasional dibentuk oleh daya saing daerah. Nah, kunci daya saing daerah saat ini adalah pemerataan pembangunan. Maka sungguh tepat apabila Pak Jokowi dan Pak Jusuf Kalla menaruh perhatian besar soal pemerataan,” ungkapnya.

Pemerataan tersebut tercermin dari pembangunan infrastruktur dan SDM di berbagai daerah yang jauh dari kota-kota besar. Salah satunya tentu Banyuwangi.

Banyuwangi merasakan sentuhan pusat dengan pembangunan bandara yang memacu aksesibilitas. Kini, di Banyuwangi, dalam sehari ada 16 frekuensi penerbangan dari Jakarta dan Surabaya Pp. “Pemerintah pusat lewat BUMN melanjutkan pengembangan Bandara Banyuwangi dengan dana Rp350 miliar. Landasan ditebalkan dan diperlebar. Juga ada terminal internasional, karena dalam waktu dekat ada rute Kuala Lumpur-Banyuwangi,” ujarnya.

Pemerintah pusat juga menggelontorkan dana untuk infrastruktur destinasi wisata unggulan serta penunjang pertanian. Banyuwangi menjadi sentra jeruk nasional. “Jadi pusat mendukung inovasi daerah yang memadukan pertanian dan pariwisata. Berkat itu, kinerja Banyuwangi melonjak,”lanjut Anas.

Bupati berkacamata itu memaparkan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi naik pesat. Saat ini sudah berada di angka Rp72 triliun. “Lalu pendapatan per kapita melonjak jadi Rp45 juta per orang tiap tahun,” paparnya.

Dari sisi pembangunan SDM, Kemenristekdikti mengembangkan Politeknik Negeri Banyuwangi dan Universitas Airlangga cabang kampus Banyuwangi. “Misalnya Politeknik Negeri, selain untuk SDM pariwisata dan pertanian, pemerintah pusat menyiapkannya untuk SDM yang mendukung industri kereta api berorientasi ekspor yang sedang dibangun di Banyuwangi. Jadi daya saing SDM di daerah bisa meningkat,” jelas Anas yang juga wakil ketua umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten se-Indonesia (Apkasi) itu.

Demikian pula program vokasi yang menjadi perhatian Presiden Jokowi. Anas mengatakan, para bupati telah bertemu dengan Presiden Jokowi. Jokowi meminta untuk memperkuat sinergi dengan provinsi dan pusat dalam pengembangan vokasi berbasis potensi daerah. “Di Banyuwangi sudah ada SMK jurusan batik, kini proses diusulkan jurusan kopi dan cokelat dengan menggandeng BUMN perkebunan. Banyuwangi punya kakao, bahan baku cokelat terbaik. Untuk tahap awal, ekstrakurikuler kopi dan kakao digalakkan di SMP dan SMA,” terangnya.

Anas juga berterima kasih ke Kemenristekdikti yang telah memberi beasiswa kuliah Bidik Misi ke 553 anak Banyuwangi. “Kami memperkuat kaki kebijakan pusat tersebut dengan beasiswa Banyuwangi Cerdas. 750 anak muda dibiayai dan bisa kuliah di berbagai kampus,” pungkasnya.

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up