JawaPos Radar

Insting Bleset, Tukang Kayu Yang Bobol Rumah Polwan Ini Masuk Bui Lagi

22/11/2017, 15:06 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tersangka pembobolan rumah
JALAN PINTAS: Dua tersangka pelaku pembobolan rumah untuk menghidupi keluarganya. (Ridho Hidayat/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kreativitas seorang tukang kayu bernama Kemi bin Purmuji, 42, termasuk sasalah arah. Warga Klaten, Jawa Tengah itu menggunakan keahliannya untuk membobol rumah. Ditemani rekannya, Kenthur bin Hadi Miyanto, 38, warga Purworejo, Jateng, mereka terancam dijerat pasal 363 KUHP atas tindak pencurian dengan pemberatan. Ancamannya hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Waka Polres Sleman Kompol Heru Muslimin mengatakan, kedua pelaku itu melakukan aksinya dengan memantau terlebih dahulu rumah yang ditarget. Kemi yang memprediksi rumah yang bisa dibobol, kemudian dieksekusi oleh Kenthur.

''Digambar dulu, dengan memakai instingnya kalau rumah itu bisa dibobol. Salah seorang pelaku merupakan tukang kayu dan batu. Jadi menggunakan keahliannya. Cara kerjanya jendela pintunya dijebol,'' terang Heru kepada JawaPos.com di Mapolres Sleman, Rabu (22/11).

Salah satu rumah yang menjadi korbannya berlokasi di Dusun Gedongan Lor, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Mereka membobol pada Minggu (24/9) pukul 01.30 WIB saat pemilik rumah istirahat. Di lokasi itu kedua pelaku membawa beberapa telepon selular dan tas hitam. Insting Kemi ternyata mbleset lantaran pemilik rumah itu merupakan seorang anggota Polwan.

Kedua pelaku kemudian diamankan pada Rabu (15/11) lalu di rumahnya masing-masing. Setelah diamankan, ternyata diketahui keduanya pernah melakukan beberapa kali kejahatan. Namun mereka tak jera meski sudah merasakan dipenjara.

''Kemi sudah tiga perkara, semua menjalani hukumannya. Motifnya karena masalah ekonomi, hasil kejahatan dipakai untuk menghidupi keluarga,'' pungkas Heru.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up