alexametrics

Gempa di Kabupaten Malang Terasa Hingga Surabaya

22 Oktober 2021, 11:43:59 WIB

JawaPos.com–Kabupaten Malang, Jawa Timur, dilanda gempa bumi pada Jumat (22/10). Gempa tersebut bahkan dirasakan sejumlah daerah. Mulai dari Surabaya, Ponorogo, Pacitan, Kediri, hingga Blitar.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, gempa tersebut tergolong jenis tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa bumi itu memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=5,1.

”Episenter gempa bumi terletak di koordinat 8,81°LS; 112,49°BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 75 km arah selatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jatim, pada kedalaman 98 km,” terang Bambang.

Berdasar lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, Bambang memastikan, bila gempa bumi yang terjadi merupakan jenis menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik alias thrust fault.

Guncangan gempa bumi dirasakan di daerah Blitar III-IV MMI. Artinya, pada siang hari yang dapat dirasakan orang banyak dalam rumah. Selain itu, juga terasa di Ponorogo, Malang, Pasuruan, Nganjuk, Mojokerto, Pacitan, Lumajang, Jember, hingga Trenggalek, dengan status II-III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan-akan truk berlalu.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Meski demikian, Bambang memastikan, hasil pemodelan menunjukkan bila gempa bumi kali ini tidak berpotensi tsunami.

Kepala Stasiun BMKG Malang Ma’muri mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dia menyarankan warga agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

”Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yamg membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke rumah,” tutur Ma’muri.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads