alexametrics

Kebakaran Gunung Ranti Mulai Merambat ke Kawasan Wisata Ijen

22 Oktober 2019, 09:59:02 WIB

JawaPos.com – Kebakaran hutan yang melanda Gunung Ranti terus meluas. Hampir separuh lahan gunung yang memiliki ketinggian 2.601Mdpl itu itu ludes terbakar. Api juga merambat ke kawasan Ijen. Asap tebal disertai jilatan api berdampak terhadap wisata Ijen. Pendakian pun ditutup sampai kondisi kembali normal.

Kebakaran kali ini cukup dahsyat. Api terus membesar karena angin yang bertiup di kawasan Ranti maupun Ijen cukup kencang. Akibatnya, puluhan pohon besar tercabut dari akarnya. Sampai tadi malam api terus merembet sampai jalur pendakian menuju puncak Ijen.

Asap dengan pantulan warna jingga mengepung kawasan Kawah Ijen. Dampak kebakaran hebat yang melanda kawasan hutan di sekitar Gunung Ranti dan Gunung Ijen membuat hampir semua sudut di objek wisata alam itu dipenuhi asap.

Kondisi tersebut diperparah dengan angin kencang yang terus-menerus berembus. Sehingga titik api bermunculan di beberapa lokasi. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, warung-warung di Paltuding dan Gunung Ranti yang biasanya ramai wisatawan, seharian kemarin tampak lengang.

Hanya ada dua warung yang masih beroperasi. Itu pun hanya diisi para relawan dan anggota TNI yang tengah melakukan evakuasi. Kebakaran terus terjadi hingga sore hari. Bahkan jalur pendakian yang biasanya aman ikut dilalap api. Sekitar 300 meter dari pintu masuk, api sudah merembet ke sisi barat jalur pendakian dan merambah ke arah timur. Bahkan, rumah yang menjadi tempat penyimpanan troli wisata dan tempat penimbangan belerang ikut dilalap si jago merah.

“Ini kebakaran terbesar yang terjadi di Ijen. Biasanya memang ada kebakaran dan angin kencang waktu pergantian musim, tapi tidak seperti sekarang ini,” ujar Nanang, salah seorang pemilik warung di Paltuding. Gara-gara angin kencang, warung kopi milik Nanang tertimpa pohon. Pohon besar itu tercabut dari akarnya hingga menimpa warung.

Misyono anggota relawan Masyarakat Pencinta Alam (MPA) menuturkan, angin kencang membuat persebaran api menjadi liar. Kondisi ini ditambah lagi dengan debit air di sekitar Paluding tergolong kecil. Sehingga proses pemadaman api seringkali terhambat. “Jumlah air dan kebakaranya tidak seimbang, mau diapakan saja sudah susah,” terangnya.

Pria yang kerap kali turun membantu pengelola Tempat Wisata Ijen (TWA) itu mengatakan, insiden kebakaran hutan ini secara otomatis mengakibatkan pendakian ditutup. Sebab, api sudah melahap hampir sepanjang jalur pendakian. Ditambah kondisi wilayah yang tidak kondusif

Dandim 0825 Letkol (Inf) Yuli Eko Purwanto mengatakan, ada sekitar 10 hektare lahan yang terbakar. Jumlah itu masih terus meluas karena kebakaran terus merambat. ”Ada dua titik besar, yang di Gunung Ranti dan Gunung Ijen. Ada yang disebabkan gesekan ranting. Tapi kalau yang di arah barat kita belum pastikan,” kata Yuli Eko.

Kabid Kedaruratan dan Bencana Alam BPBD Banyuwangi Eka Muharam menambahkan, pihaknya hanya bisa melokalisir api agar tidak meluas ke lahan yang lain. Menurut Eka, kondisi api yang terus membesar. “Kami menduga sumber api berasal dari wilayah administrasi Bondowoso. Biasanya ada pembukaan lahan dengan cara dibakar,’’ kata Eka.

Para relawan yang datang ke Paltuding dan Rest area Gunung Ranti sempat terjebak dan tidak bisa turun. Penyebabnya, asap tebal terus mengepung seluruh wilayah Ijen. ”Ada pohon tumbang di bawah, asap juga tebal, berbahaya jika dilanjutkan,” ungkap Usman, salah seorang relawan.

Editor : Mohamad Nur Asikin



Close Ads