alexametrics

Pemkot Surabaya Kerepotan Atasi Perlintasan KA Sebidang

22 Oktober 2018, 17:29:30 WIB

JawaPos.com – Perlintasan kereta api (KA) kembali dipermasalahkan usai kecelakaan yang menewaskan 1 keluarga penumpang mobil Pajero Sport. Insiden terjadi di perlintasan palang pintu manual, Jalan Pagesangan, Surabaya, Minggu (21/10) kemarin.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengakui untuk mengatasi perlintasan kereta api sebidang bukan perkara mudah. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak dapat memasang sarana keamanan di semua titik perlintasan sebidang.

Sebab pemasangan sarana keamanan di perlintasan sebidang membutuhkan pengaturan tata ruang kota. Pemasangannya akan semakin ruwet jika luas tanah di perlintasan sebidang sudah tidak dapat diperluas.

Menurut Risma, sebenarnya ada aturan yang tidak memperbolehkan perlintasan sebidang. Solusinya memang harus menggunakan overpass (jalan layang di atas rel) atau underpass.

Kendati demikian, hal itu tidak mudah. Pemkot Surabaya Surabaya tidak dapat begitu saja membangun overpass atau underpass melewati rel kereta api. Sebab overpass atau underpass perlu pembebasan lahan.

“Hanya masalahnya, perlintasan itu kadang tempatnya nggak ada. Kalau mau kami bebaskan, tempatnya sudah fixed,” kata Risma di Balai Kota Surabaya, Senin (22/10).

Selain memandang perlintasan sebidang merepotkan, Risma mengaku tidak selalu dapat mengandalkan petugas penjaga perlintasan. Dia tidak menjelaskan kenapa petugas jaga perlintasan tidak sepenuhnya dapat diandalkan.

Risma hanya mengimbau agar pengendara perlu ekstra waspada saat melintas di perlintasan kereta api. “Kalau izinnya dari kami, resikonya di kami. Kami nggak bisa rely on orangnya. Nggak bisa kan. Kalau kami lewat terus lihat ada kereta, yo ojok diterusno (jangan diteruskan,red),” ucap Risma.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad menambahkan bahwa palang pintu otomatis, bell genta, hingga perekrutan petugas jaga resmi merupakan wewenang Dirjen Perkeretaapian. Pihaknya hanya menyetujui sebagai bentuk dukungan. “Dinas Perhubungan Surabaya hanya dapat mensupport pembangunan. Itupun dengan izin dari Dirjen Perkeretaapian,” sambung Irvan.

Sementara terkait sarana dan prasarana keamanan di perlintasan kereta api, kewenangannya ada di Dinas Perhubungan Jawa Timur (Jatim). “Kami tidak memasang. Coba tanya PT KAI atau Dishub Jatim,” saran Irvan.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (HDR/JPC)



Close Ads
Pemkot Surabaya Kerepotan Atasi Perlintasan KA Sebidang