alexametrics
Putra Sulung Ungkap Pesan Terakhir Ibundanya

Pajero Sport Disambar KA, Sekeluarga Dimakamkan Satu Liang Lahat

22 Oktober 2018, 15:15:53 WIB

JawaPos.com – Mendung duka masih menggelayut di atas rumah Wisma Trosobo VI/ 15, Sidoarjo. Rumah itu adalah kediaman Gatot Sugeng Priyadi. Gatot bersama istri dan seorang putranya meninggal, usai mobil Pajero Sport yang mereka tumpangi disambar KA Sritanjung di perlintasan KA Pagesangan Surabaya, Minggu siang (21/10).

Jenazah Gatot; istrinya, Indah Widyastuti; putra bungsunya, Gilang Reswara Ilham Wicaksana, telah dikebumikan Senin dini hari (22/10). Ketiganya dimakamkan di dalam satu liang lahat, di TPU Trosobo.

Suasana duka masih begitu terasa saat JawaPos.com mendatangi rumah duka tersebut. Tiga karangan bunga duka cita terpasang di depan rumah Gatot. 

Putra Sulung Keluarga Penumpang Pajero Sport Ditabak Kereta Api di Pagesangan Surabaya
Irvan Dwi Cahyo, kini hidup sebatang kara usai ayah, ibu, dan adiknya meninggal karena mobil Pajero Sport yang ditumpangi ditabrak KA Sritanjung, Minggu (21/10) (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)

Beberapa keluarga besar, klien bisnis Gatot, silih berganti berdatangan untuk melayat. Rencananya, keluarga akan menggelar tahlil di rumah tersebut malam nanti.

Kesedihan paling berat dirasakan oleh Irvan Dwi Cahyo. Irvan adalah putra sulung Gatot dan Indah. Kini remaja berusia 15 tahun itu hidup sebatang kara.

Meski masih syok dengan kecelakaan yang menimpa keluarganya, Irvan tampak berusaha tegar menerima kenyataan. Sesekali bibirnya menyungging, tersenyum ramah, menyapa para pelayat yang datang.

Irvan menceritakan, Wisma Trosobo itu adalah rumah kedua keluarganya. Rumah itu hanya sebagai tempat singgah saja. Sementara, dirinya dan keluarga, sehari-hari menempati rumah di Jalan Magersari II/ 8, Sidoarjo.

“Nggak dikontrakkan, Mas. Memang dibiarkan kosong. Ya, kadang main-main ke rumah sini (Wisma Tropodo) karena teman-temanku pas zaman SD, ya di sini semua,” cerita Irvan kepada JawaPos.com, Senin (22/10). 

Meski hanya rumah kedua, Irvan menuturkan kalau ayahnya, cukup dikenal oleh warga di sepanjang gang rumahnya. Maklum saja, semasa hidup Gatot pernah menjabat sebagai Wakil Ketua RW III. “Ya, kalau pas kumpul sama warga, guyonan tok isine mas (bercanda terus mas, Red),” tutur Irvan. 

Ditanya aktivitas sebelum musibah tersebut merenggut nyawa keluarganya, Irvan mengaku disuruh untuk menjaga rumah. Sedangkan, sang ibu, ayah, dan adiknya bermaksud menghadiri undangan dari sebuah bank swasta. Bank tersebut menggelar undian di Ciputra World dengan hadiah utama sebuah rumah.

Irvan masih mengingat betul pesan terakhir ibunya. “Mama berangkat dari rumah pukul 10.30 WIB. Katanya, siapa tahu dapat doorprize rumah. Ternyata itu pesan terakhirnya,” kata siswa SMKN 1 Buduran Sidoarjo tersebut sambil menunduk. 

Irvan melanjutkan, kalau pun tidak dapat rumah, ibunya bermaksud membelikan handphone baru untuk Gilang. Indah tidak memberitahu Irvan tempat dia membeli handphone tersebut. 

Saat mendapat kabar kecelakaan itu, Irvan baru tahu bahwa Pajero Sport yang ditumpangi keluarganya melewati perlintasan KA Pagesangan. Irvan tak tahu pasti alasan ayahnya memilih jalur tersebut,  “Mungkin mau ke Jalan Ahmad Yani, tapi motong jalan lewat bawah tol (perlintasan Pagesangan, Red). Terus ke Masjid Al-Akbar,” ujar Irvan mencoba menerka.

Irvan mengaku masih syok dengan musibah yang menimpa keluarganya. Dia juga belum tahu akan tinggal dengan siapa sepeninggal tiga anggota keluarganya. “Nggak tahu. Belum mikir setelah ini (mau tinggal bareng siapa). Nanti kami mau rapat keluarga,” tutupnya.

Editor : Dida Tenola

Reporter : (ce1/HDR/JPC)



Close Ads
Pajero Sport Disambar KA, Sekeluarga Dimakamkan Satu Liang Lahat