alexametrics

KA Sritanjung Tabrak Pajero, Polisi Periksa Masinis

22 Oktober 2018, 13:02:10 WIB

JawaPos.com – Polisi masih menyelidiki kecelakaan yang melibatkan mobil Pajero Sport dengan Kereta Api (KA) Sritanjung. Senin (22/10) ini, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di perlintasan kereta api kawasan Pagesangan, Surabaya.

Polisi memeriksa kondisi rel, palang pintu, dan menganalisa lalu lalang kereta api. Kira-kira dari jarak berapa meter, KA wajib membunyikan klakson dan pintu palang perlintasan menutup.

Hasil sementara diketahui, jarak palang pintu dan rel kereta pada lajur jalan dari arah Barat terlalu dekat. Seharusnya antara rel dan palang pintu berjarak minimal 6 meter. Kemudian rel kereta yang mengarah ke Stasiun Wonokromo (ke Utara) ada rambu-rambu semboyan 35.

Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya AKP Gusti Ketut Antara mengatakan, dari rambu tersebut seharusnya KA membunyikan klakson sebelum melewati perlintasan. Teori itu sesuai dengan keterangan saksi. Namun kereta baru membunyikan klakson ketika jaraknya hanya beberapa meter saja dari titik perlintasan.

Untuk itu, polisi akan memanggil dan memeriksa masinis KA Sritanjung. “Ini saya sudah tanda tangan surat pemanggilannya. Setelah itu, saya akan memanggil dan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya,” kata Antara kepada JawaPos.com, Senin (22/10).

Adapun koordinasi dengan pihak Dishub terkait dengan kelengkapan keamanan di perlintasan Pagesangan. Menurutnya, memang harus ada pintu palang otomatis tanda peringatan yang lain.

Selain itu, harus ada petugas jaga resmi yang dalam hal ini merupakan kewenangan Dishub untuk merekrut. Alasannya, lalu lintas di perlintasan tersebut dekat dengan permukiman. Sehingga kepadatan lalu lintas kerap terjadi.

“Meski memang relnya sudah ada lebih dahulu ketimbang jalannya. Tapi kalau sudah (lalu lintasnya) padat begini, ya harus ada tanggung jawab,” tukas Antara.

Diketahui, palang pintu kereta api di Pagesangan dijaga warga sekitar secara swadaya. Mereka juga tidak memiliki standar prosedur resmi. Salah satunya adalah Muhaji, 63.

Dia menuturkan, beberapa kereta yang melintas baru membunyikan klakson saat jaraknya hanya tinggal beberapa meter dari titik perlintasan. Klakson kereta sering kali tidak terdengar keras. Sehingga tidak terlalu memancing perhatian pengendara supaya berhati-hati ketika akan menyeberang. Padahal, kereta melintas tiap 15 menit. Terutama pada pukul 16.00 WIB.

“Memang nggak terasa. Memang seperti itu. Bahayanya kan di situ. Saya nggak tahu sehari berapa kereta yang lewat. Tapi kalau sudah Pukul 16.00 WIB, bisa tiap 15 menit kereta lewat,” tutur Muhaji.

Editor : Dida Tenola

Reporter : (HDR/JPC)

KA Sritanjung Tabrak Pajero, Polisi Periksa Masinis