JawaPos Radar

Fenomena Hujan Es Bikin Warga Gempar, Lihat Nih Fotonya

22/10/2017, 10:26 WIB | Editor: Fadhil Al Birra
Hujan es
Hujan es yang terjadi di Desa Sebabi, Kotawaringin Timur. (Warga for Kalteng Pos/Prokal/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Hujan es membuat geger warga Desa Sebabi, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (20/10) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa itu terjadi ketika masyarakat sibuk menyiapkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Alhasil, warga yang awalnya masuk ke dalam rumah untuk berteduh, malah berlarian ke luar rumah.

Fenomena hujan es di Kalteng sangat langka, bahkan tak pernah terdengar sejak beberapa tahun silam. Walaupun hanya sekitar lima belas menit saja, tetapi masyarakat sempat merasa heran dengan hujan berupa butiran besar menyerupai es.

Camat Telawang, Sugianto membenarkan kejadian yang sempat membuat masyarakat panik. Khawatir atap rusak, hujan disertai angin kencang juga membuat waswas. Untungnya, sampai saat ini tidak ada laporan terkait kerusakan akibat hujan es.

“Ada beberapa yang berlindung masuk ke dalam rumah, ada juga yang berhamburan keluar rumah hanya sekadar ingin melihat hujan es. Mereka ingin memastikan apakah hujan es ini memang benar-benar jatuh dari langit, karena tidak pernah terjadi selama ini,” katanya dikutip dari Prokal.co (Jawa Pos Group).

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Haji Asan Sampit, Nur Setiawan tidak mengelak apabila hujan es terjadi di wilayah Kabupaten Kotim. Tetapi, berkaitan dengan fenomena apa yang terjadi, pihaknya masih akan melakukan penelitian dan pengecekan terlebih dahulu.

“Kami belum melihat secara pasti, tetapi kami akan segera melakukan pengecekan sejauh mana hujan es yang terjadi. Kami juga belum dapat menyimpulkan ada fenomena apa,” ungkapnya saat dikonfirmasi Kalteng Pos (Jawa Pos Group), kemarin.

Sedangkan dari Citra Satelit, pertumbuhan awan hujan dimungkinkan terjadi hujan es antara pukul 15.30 sampai 16.00 WIB (dalam satelit tercatat jam 08.30 sampai jam 09.00 pagi). Dari citra satelit tersebut, menunjukkan pertumbuhan awan cumulonimbus (Cb) yang sangat cepat.

Posisi awan Cb sangat rendah, dimungkinkan mancapai titik jenuh dan butiran atau kristal es di dalam awan Cb jatuh ke permukaan bumi, sebelum sempat adanya perubahan fase jadi butiran air hujan. “Satu jam sebelum kejadian hujan es, kami telah menyampaikan peringatan dini potensi hujan lebat disertai angin kencang,” tambahnya.

Begitu pula dengan Kapolsek Kotabesi Iptu Afif Hasan, saat dikonfirmasi mengatakan ia belum menerima laporan dampak hujan es di wilayah hukumnya. Meskipun demikian, pihaknya sudah meminta jajarannya melakukan pengecekan, apakah ada rumah warga yang mengalami kerusakan akibat hujan es tersebut.

“Kami malah dapat kabar dari Kalteng Pos, belum mengetahui secara pasti kejadian hujan es yang terjadi di wilayah Telawang. Kami sudah minta jajaran untuk melihat dan mengecek apakah ada dampak dari hujan es,” ungkapnya.

(fab/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up