alexametrics

Pencurian Kain Kafan Jenazah Baru Dikuburkan Gegerkan Dusun Sumberbeji

22 September 2020, 12:05:28 WIB

JawaPos.com – Warga Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, geger, Minggu (20/9). Salah satu makam di kuburan desa tersebut dibongkar orang tak dikenal. Pelaku mencuri kain kafan salah satu jenazah yang baru meninggal.

Peristiwa pencurian terjadi di areal pemakaman yang masuk Dusun Padar, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro. Makam yang dibongkar, adalah milik Anis Purwaningsih, 26. Anis sendiri meninggal pada Sabtu (19/9) setelah melahirkan dan mengalami pendarahan. ”Kejadiannya diketahui sekira pukul 17.00. Yang tahu awalnya itu peziarah yang ke makam,” terang Kholiqur Rasyidin, Modin Kematian Dusun Sumberbeji seperti dikutip Radar Jombang, Selasa (22/9).

Kholiq, warga lainnya menambahkan, sore itu seorang peziarah tengah masuk makam dengan tujuan menziarahi makam keluarganya. Saat itulah, ia melihat sebuah makam baru di ujung selatan kompleks makam ini nampak berantakan.

Merasa ada yang janggal, dia pun mengecek kondisi makam lebih dekat dan mendapati kondisi makam amburadul. ”Kondisi makam terbongkar, posisi patok tercabut, bambu penyangga dalam makam keluar dan tanah urukan makam yang berhamburan,” terangnya.

Kejadian itu segera dilaporkan ke juru kunci makam. Selanjutnya diteruskan ke kepolisian. ”Setelah tahu itu, baru dia memberi tahu juru kunci makam yang kemudian melapor ke polisi,” lontarnya.

Mendapat laporan itu, anggota Polsek Ngoro segera bergerak ke lokasi. Dari hasil olah kejadian perkara, ditemukan sebuah piring berbahan seng diduga digunakan pelaku membongkar makam.

Tak berhenti sampai di situ, polisi juga mengecek kondisi jenazah dan mendapati dua potong kain kafan pembungkus jenazah Anis telah raib. ”Kain kafannya ada yang hilang. Untuk jenazah masih utuh, tali kafannya juga masih utuh. Jadi, hanya dua kain kafan yang hilang,” lontarnya.

Pantauan di lokasi. Sekitar pukul 20.30, makam Anis sudah ditutup kembali. Keluarga dibantu warga memakamkan ulang jenazahnya. Sementara di sekeliling makam, petugas memasang garis polisi. ”Untuk olah kejadian perkara sudah dilakukan, dan sebuah piring seng kita amankan sebagai barang bukti. kasusnya masih dalam penyelidikan kami,” terang Kapolsek Ngoro AKP Yanuar Tri Susilo saat dikonfirmasi.

Dibuang di Kebun Warga
Sementara itu, upaya polisi mengungkap kasus pencurian kain kafan kian terang. Itu setelah salah satu warga Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro menemukan kantong plastik berisi kain kafan (21/9). Diduga kain kafan tersebut sebelumnya dicuri dari makam Anis.

Lilik Kustiyah, 49, penemu kain kafan mengaku kaget saat mendapati bungkusan plastik berisi kain kafan di samping rumahnya. ”Tahunya sekitar pukul 06.00, waktu menyapu. Saya ya plastik biasa, bungkusan sampah, ternyata isinya kain kafan, dibungkus kain warna biru,” terangnya.

Saat ditemukan, bau harum dari kain kafan masih sangat kuat. Selain itu, pada kain juga terdapat bercak darah. “Pas saya buka ternyata kain, baunya wangi orang mati. Ada bercak darah juga,” tandasnya.

Ia mengaku tak tahu siapa yang membuang tas kresek berisi kain kafan itu. “Kemungkinan abis diambil orang kain kafannya terus dibuang ke sini. Nggak tau juga kenapa dibuangnya ke sini,” kata Kustiyah.

Penemuan itu pun dilaporkan ke warga dilanjutkan ke kepolisian. tak lama petugas dari Polsek Ngoro tiba di lokasi. petugas selanjutnya memeriksa isi plastik kresek warna hitam itu. ”Ditemukan kain kafan satu lembar. Di dalam kain itu ada patung kuningan berbentuk bayi yang merangkak. Diduga berkaitan dengan kejadian pembongkaran makam,” terang Kapolsek Ngoro, AKP Yanuar Tri Susilo.

Usai melakukan olah kejadian perkara, polisi selanjutnya mengamankan temuan kain kafan itu ke Mapolsek Ngoro. ”Ini akan kami gunakan untuk penyelidikan dan mencari siapa pelaku pencurian itu,” tambahnya.

Selain mengumpulkan barang bukti, polisi juga sudah memeriksa beberapa orang sebagai saksi. ”Iya sejak kemarin sudah ada yang diperiksa. Dari petugas jaga makam juga perangkat desa. Pokoknya orang-orang yang berhubungan dengan kasus itu,” pungkasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin




Close Ads