JawaPos Radar

Soal Pungli SIM, IPW: Kapolres Kediri Harus Dipecat dan Diadili

22/08/2018, 08:46 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Soal Pungli SIM, IPW: Kapolres Kediri Harus Dipecat dan Diadili
Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Polri terhadap sejumlah petugas Satpas SIM Polres Kediri menyeret sejumlah pejabat utama. Praktik pungli tersebut diduga melibatkan Kasatlantas dan Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan.

Menyikapi hal tersebut, Indonesia Police Watch (IPW) meminta instansi Polri harus bersikap adil. IPW berharap polisi berjiwa besar, terbuka, dan tidak diskriminatif. Artinya, tindakan hukum harua diterapkan ke seluruh level jabatan, bukan hanya di tingkat bawah (anak buah). "Oleh sebab itu Kapolres Kediri tidak hanya dicopot dari jabatannya tapi juga harus diproses hukum di Pengadilan," tegas Ketua Presidium IPW Neta S. Pane kepada JawaPos.com, Rabu (22/8).

Nete melanjutkan, jika kasus itu tidak sampai ke meja pengadilan, berarti Tim Saber Pungli telah mencederai tindakannya sendiri. Menurut Neta, hal itu sama juga memperlihatkan diskriminasi Polri karena ada kecenderungan melindungi anggota.

Dia membandingkan masyarakat sipil yang terkena OTT, kebanyakan akan diambil tindakan penahanan. Selain itu kasusnya juga bisa dipastikan berlanjut ke meja hijau. "Tapi kenapa setiap anggota polri yg terkena OTT pungli tidak pernah terdengar kasusnya masuk meja hijau. Apakah anggota polri kebal hukum dan istimewa?," kritik Neta.

Padahal semestinya, lanjut Neta, anggota Polri yang tersandung hukum, apalagi pungli, hukuman yang diterimanya lebih berat daripada masyarakat umum. Sebab polisi adalah simbol negara.

Pria asal Medan itu berharap ada keadilan terkait proses hukum seluruh oknum yang terlibat pungli SIM di Kediri. Jangan sampai, OTT hanya menjadi alat untuk meraih simpati publik. "Segera diadili agar ada rasa keadilan dan Tim Saber Pungli bisa dipercaya maskarakat sehingga bukan hanya sekadar pencitraan," tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya praktik pungli SIM di Polres Kediri berhasil dibongkar Mabes Polri, Sabtu (18/8). Modusnya, para calo memungut biaya di luar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) yang telah ditetapkan Undang-undang. Dalam praktiknya, para calo tersebut menyetor uang kepada orang dalam Satpas SIM Polres Kediri.

Aliran uang haram itu diduga sampai ke tangan Kasatlantas Polres Kediri AKP FT dan Kapolres Kediri AKBP EH. Kasatlantas diduga menerima uang Rp 10-15 juta; dan Kapolres diduga meraup Rp 40-50 juta per minggu. Dari OTT tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp 71,17 juta

(did/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up