JawaPos Radar

MUI Minta Pemerintah Segera Keluarkan Vaksin Baru Pengganti MR

22/08/2018, 07:49 WIB | Editor: Yusuf Asyari
MUI Minta Pemerintah Segera Keluarkan Vaksin Baru Pengganti MR
Ilustrasi (Dok JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram terkait penggunaan vaksin Measlels Rubela (MR). Hal itu karena adanya kandungan babi. Namun, vaksin tetap diperbolehkan mengingat kondisi terpaksa karena belum ditemukan vaksin yang halal dan suci.

Terkait hal itu, MUI Sumsel mendesak agar pemerintah dan para ahli segera mengeluarkan vaksin baru sebagai pengganti MR.

Sekretaris Umum MUI Sumsel, KH Ayiek Farid mengatakan, tetap mentaati dan mengikuti fatwa yang dikeluarkan MUI pusat tentang penggunakan vaksi MR. Ia mengakui jika vaksin MR ini mengandung babi dan juga sel manusia, sehingga haram digunakan untuk imunisasi.

Namun, di dalam atau sebagaimana fatwa tentang imunisasi, kalau dalam kondisi darurat maka diperbolehkan untuk digunakan. “Kalau memang mendesak vaksin ini diperbolehkan selama belum ada vaksin lain,” katanya saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (21/8).

Berdasarkan keterangan dari para ahli seperti kedokteran dan farmasi bahwa sejauh ini belum ada vaksin yang dapat menggantikan vaksin MR ini. Sedangkan saat ini, imunisasi sangat mendesak karena jika terkena virus ini maka dapat menyebabkan meninggal dunia. Artinya, dengan kondisi ini vaksin MR ini dapat digunakan.

Meskipun begitu, sebagai MUI Sumsel pihaknya mendesak agar pemerintah, para ahli kedokteran dan farmasi untuk segera mencari vaksin yang halal sebagai pengganti vaksin tersebut.

“Ini harus segera mungkin untuk dicari vaksin pengganti jangan nantinya tambah berlarut,” tutupnya.

Sebelumnya, Komisi Fatwa MUI melakukan rapat pada Senin malam untuk memutuskan hukum dalam penggunakan vaksi MR. Berdasarkan hasil rapat dikeluarkan fatwa terbaru diaman MUI mengharamkan vaksin MR buatan SII untuk imunisasi.

Namun, penggunaan vaksin MR buatan SII ini diperbolehkan jika memang dalam kondisi darurat selama tidak ada vaksi pengganti.

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up