JawaPos Radar

Gempa Sumbar, Gubernur Pastikan Tiada Tanggap Darurat

22/07/2018, 18:49 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Gempa Sumbar, Gubernur Pastikan Tiada Tanggap Darurat
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat mengunjungi rumah korban gempa di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Minggu (22/7) siang. (Riki Chandra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sehari pascagempa bumi berkekuatan 5,4 SR mengguncang Sumatera Barat (Sumbar), Gubernur Sumbar bersama sejumlah stakeholder Pemprov Sumbar langsung menyambangi korban gempa di Tiga Kecamatan, Kabupaten Solok, Minggu (22/7).

Sayangnya, kedatangan orang nomor satu di 'Rumah Bagonjong' tidak disambut Bupati, Wakil Bupati hingga Ketua DPRD Kabupaten Solok. Informasinya, Bupati Solok, Gusmal Dt Rajo Lelo tengah berada di Jakarta sejak Jumat (20/7). Sementara Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin telah berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji.

Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Solok, Hardinalis Kobal, juga tengah dinas ke luar Sumbar. Sehingga, kunjungan ke Kecamatan Gunung Talang, Kecamatan Danau Kembar dan Kecamatan Lembah Gumanti, Gubernur hanya didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Solok, Aswirman dan beberapa orang Kepala Dinas bersama Kapolres Arosuka Solok, AKBP Fery Irawan.

Irwan Prayitno memastikan, Pemkab Solok tidak menetapkan tanggap darurat pascagempa tektonik yang disebabkan aktivitas Zona Sesar Sumatera (Sumatera Fault Zone) pada segmen Sumani itu.

"Melihat kondisi saat ini, saya pastikan tidak ada tanggap darurat. Kerusakan rumah kita upayakan dibantu melalui patungan," ujar Irwan kepada sejumlah awak media usai meninjau rumah korban tewas akibat gempa di Jorong Lubuk Selasih, Kecamatan Gunung Talang, Minggu (22/7) siang.

Menurut Irwan, dari data yang masuk sementara, mayoritas rumah warga hanya mengalami rusak ringan. Dengan begitu, pihaknya meyakini, bantuan sudah mencukupi dari patungan Baznas Provinsi dan Kabupaten setempat.

"Kalau pakai APBD, dicari dulu judulnya apa. Jadi, jangan bunuh nyamuk dengan bom. Patungan saja, selesai," terang politisi PKS itu.

Sejak sepekan terakhir, lanjut Irwan, BMKG mencatat lebih dari 5 kali gempa mengguncang Sumbar dari radius 3 SR hingga 5,5 SR dengan berbagai pusat. Mulai dari Mentawai, Bukittinggi, dan terakhir Kabupaten Solok yang menimbulkan korban jiwa dan harta benda.

Dari analisa para pakar gempa, terang Irwan, tiga gempa dengan guncangan di atas 5 SR itu tidak saling berkaitan. "Gempanya beda sebab dan lokasi. Tapi, gempa yang di Kabupaten Solok ini terjadi beruntun. Bahkan ada puluhan kali gempa susulan. Kita mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan," pungkasnya.

Sejauh ini, petugas BPBD Kabupaten Solok bersama TNI-Polri terus meng-update perkembangan dampak bencana gempa.

(rcc/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up