JawaPos Radar

Faisal, Penghina Etnis Batak Lewat Medsos Akhirnya Diciduk Polisi

22/07/2018, 06:05 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penghina Etnis Batak
Polda Sumut akhirnya menangkap Faisal Abdi, si penghina etnis Batak lewat laman facebook-nya. (dok. Polda Sumut for JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Jajaran Polda Sumatera Utara (Sumut) akhirnya meringkus penghina etnis Batak melalui media sosial, Faisal Abdi. Dia diringkus setelah sempat buron beberapa waktu lalu. 

Faisal ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan dan pengejaran terus-menerus. Dia ditangkap di rumah mertuanya, di kawasan Kompleks PTPN II, Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Jumat (20/7) malam. 

"Yang bersangkutan akhirnya kita tangkap. Saat ditangkap dia tidak melakukan perlawanan," Kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Sabtu (21/7) malam.

Operasi penangkapan langsung dipimpin oleh Kepala Subdit II Cybercrime Direktorat Reserse Kriminal Umum AKBP Herzoni Saragih. Faisal pun diboyong ke Polda Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Beberapa waktu lalu, Faisal diburu polisi karena mengunggah kalimat yang sudah membuat kemarahan etnis Batak. Dia mengomentari sebuah posting-an yang berkaitan dengan hasil pemilihan gubernur Sumut beberapa waktu lalu. 

Kalimat yang diposting dalam kolom komentar, Faisal seakan merendahkan etnis Batak. Dia juga seakan mengeneralisasi bahwa etnis Batak seluruhnya merupakan pendukung pasangan Djarot Saiful Hidayat - Sihar Sitorus (DJOSS). 

Dalam postingannya, dia mengatakan agar suku Batak memakan kotoran babi karena kekalahan DJOSS. Postingan itu pun akhirnya dilaporkan oleh perwakilan Etnis Batak dari Dewan Pengurus Pusat Parsadaan Polparan Raja Lontung, Manganar Situmorang. Faisal diduga telah melanggar Undang undang ITE Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45A ayat 2 Undang-undang RI nomor 19 Tahun 2016. 

"Kita sedang melengkapi berkas perkara, melakukan gelar perkara dan berkoordinasi dengan ahli bahasa dan ahli pidana. Kita akan mengirimkan berkas ke JPU untuk proses lebih lanjut," tandasnya.

(ce1/pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up