JawaPos Radar

Perdagangkan Teman Sebaya, Perempuan di Bawah Umur Berurusan Dengan Polisi

22/07/2016, 22:28 WIB | Editor: Ilham Safutra
Perdagangkan Teman Sebaya, Perempuan di Bawah Umur Berurusan Dengan Polisi
Tl sang muncikari saat diringkus oleh aparat Polresta Jambi beberapa waktu lalu (Doni Saputra/Jambi Ekspres/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com JAMBI – Profesi yang dilakoni wanita muda bernisial TL (16), ini cukup berani, yakni sebagai muncikari.

Dia dengan tega "menjual" teman sebaya berinsial LL (17) ke hidung belang. Akibatnya kini warga Selincah, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi itu harus berurusan dengan aparat Polresta Jambi.

Beruntung dia tidak ditahan, lantaran masih di bawah umur. Namun demikian kasusnya tetap berjalan. Sedangkan pelanggan TL yang berinisial I! (39) telah mendekam di balik bui Polresta Jambi.

Kapolresta Jambi, Kombes Bernard Sibarani menuturkan, hingga kini IW (39) dan mucikari masih diperiksa intensif oleh penyidik.

Pemeriksaan ini terus didalami, karena kasusnya adalah perdagangan anak di bawah umur. Rencananya kasus ini akan dilakukan gelar perkara dalam waktu dekat.

"Sampai sekarang, laki-laki pengguna anak di bawah umur itu sudah kita lakukan penahanan. Sementara muncikari dikembalikan kepada orang tua, namun berkas perkaranya tetap lanjut," ujar Kombes Pol Bernard Sibarani yang dilansir dari Jambi Ekspres (Jawa Pos Group), Jumat (22/7).

Bernard Sibarani menyebutkan, dalam waktu dekat berkas perkara TL akan diserahkan ke kejaksaan. Pihak Polresta Jambi terpaksa mengutamakan berkas TL, karena dia seorang muncikari dan masih berusia di bawah umur.

Untuk diketahui, penangkapan tersangka TL terjadi pada setelah orang tua korban melaporkan kepada pihak kepolisian bahwa anaknya LL (17) telah diperkosa.

Lantas petugas melakukan penyelidikan dan menangkap TL di rumahnya dan IW, pria hidung belang yang menyewa LL diringkus di kawasan Sipin.

Ketika itu LL diperdagangkan oleh TL seharga Rp 500 ribu untuk sekali kencan. Dari harga tersebut, keuntungan akan dibagi dua antara LL dan TL.

Selain mendapatkan keuntungan dari LL, TL juga menerima tiap dari penggunanya sebesar Rp.100 ribu. (cok/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up