alexametrics

Oknum Beli Sapi Suspek PMK Harga Murah, Wagub Kecewa

22 Juni 2022, 19:01:53 WIB

JawaPos.com–Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengimbau masyarakat maupun peternak waspada. Sebab, ada pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi penyakit mulut dan kuku (PMK) dengan membeli sapi di bawah harga pasar menjelang Hari Raya Idul Adha.

”Ini merugikan peternak. Kalaupun ada persaingan antar penyedia, saya berharap jangan sampai peternak ini mengalami kerugian yang kebangetan. Jangan sampai ada penawaran dengan vonis bahwa hewan ternak kena ini terpapar PMK,” ujar Emil pada Rabu (22/6).

Mantan Bupati Trenggalek itu, berharap warga hati-hati dengan permainan harga akibat psikologis pasar. Jika stok berkurang dan permintaan meningkat seharusnya harga menjadi naik.

”Nah ini malah terbalik. Kami meminta para peternak tidak takut jika hewan ternaknya terkena PMK. Sebenarnya sapi yang terpapar bisa sembuh, yakni dengan cara menghubungi petugas kesehatan hewan, bisa melalui kepala desa atau langsung ke dinas peternakan setempat,” tutur Emil.

Obatnya, lanjut Emil adalah antibiotik dan analgesik yang fungsinya mengurangi infeksi. Informasi yang telah diterima, banyak sapi yang sakit langsung ada pembeli yang menawar dengan harga murah.

”Padahal ini kalau diobati masih bisa sembuh,” terang Emil

Emil memastikan, Pemprov Jatim fokus mengatasi PMK agar tidak meluas. Selain mengatasi yang sakit juga dengan dengan memberikan vaksinasi.

”Mudah-mudahan jelang Idul Adha ini tetap bisa memberikan yang terbaik kepada peternak maupun masyarakat,” kata Emil.

Politikus Parti Demokrat itu juga memastikan, penanganan wabah PMK dengan vaksin saat ini yang disasar adalah sapi perah. Untuk sapi potong jelang Idul Adha, sudah ada aturan yakni surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) menjadi landasan arus lalu lintas distribusi hewan ternak.

”Dalam rakor dengan Menko Perekonomian itu juga dipertajam lagi. Kalau di desa tertentu sudah ditemukan kasus PMK, sebaiknya dari desa tersebut tidak mengirim hewan ternak ke wilayah lain. Jadi bukan per kabupaten,” jelas Emil.

Menurut dia dalam rakor tersebut disebutkan ada 4 daerah yang terkena wabah PMK. Padahal sebenarnya dari kabupaten lain ada yang kena, tapi belum dideklarasi sebagai wabah.

”Oleh karena itu di kabupaten-kabupaten tersebut, desa-desa yang terkena agar tidak melakukan pengiriman hewan ternak. Itu hasil rapatnya,” papar Emil.

Emil menambahkan populasi sapi potong Jatim sekitar 5 juta. Yang terkena PMK hanya beberapa persen.

”Bukan berarti kita meremehkan kasus PMK ini, mari kita percaya kepada para tenaga kesehatan hewan. Percaya kepada para pakar yang sudah melakukan pengelompokan-pengelompokan supaya aman,” terang Emil.

Menurut dia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga memberikan pernyataan mengenai bagaimana untuk hewan-hewan yang suspect PMK. ”Mari kita percaya kepada kementerian pertanian, para pakar, dan MUI mengenai tata cara kurban dan penetapan syarat-syarat untuk transportasi hewan kurban,” ucap Emil.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Rafika Rachma Maulidini

Saksikan video menarik berikut ini: