JawaPos Radar

UGM Santuni Keluarga Korban Kerusuhan di Mako Brimob

22/06/2018, 17:30 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Korban Kerusuhan Mako Brimob
BANTUAN: Keluarga Alumni UGM santuni salah satu keluarga korban kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Jumat (22/6). (Dok. Humas UGM)
Share this

JawaPos.com - Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) memberikan santunan kepada keluarga korban kerusuhan di Mako Brimob. Bantuan diserahkan kepada Jumiati, 57, dan Geha Solichah. Mereka merupakan ibu dan istri dari Briptu Fandi Setyo Nugroho yang gugur dalam tragedi Mei lalu. Adapun bantuannya sebesar senilai Rp 40,3 juta.

Jumiati sendiri sebagai Polwan. Dia sempat mengisahkan tentang anaknya. Menurutnya, Fandi kecil merupakan sosok yang periang. Ketika masih kuliah di UGM, Fandi kos di lingkungan yang wilayahnya banyak ditinggali bapak-bapak polisi.

Seringnya berkutat dan menjalin komunikasi dengan anggota Polri, membuat Fandi kemudian berminat untuk mendaftar. "Ia bercerita ke saya mau masuk polisi dan teman-temen di kampusnya mendukung," kata Jumiati di sela menerima bantuan di UGM, Jumat (22/6).

Fandi mendaftar di sekolah Calon Bintara Polisi di Jakarta. Selama menempuh pendidikan, Fandi selalu berprestasi dan masuk 10 besar peringkat. Hingga akhirnya ia lulus pada 2011 dan ditempatkan di Densus 88. "Saya sudah kasih tahu, risiko jadi polisi itu berat. Tapi dia memang senang. Waktu pendidikan saja ranking dia bagus," ucapnya.

Selain periang, Fandi juga merupakan anak yang tekun dan disiplin dalam menjalankan setiap tugasnya. Hingga pada pertengahan Mei lalu, terjadi peristiwa kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Tak ada firasat apapun yang dirasakannya. Usai kejadian itu, selang 3 hari kemudian tidak ada kabar dari anaknya. Meski Jumiati sudah mencoba mengontaknya. "Saya kontak istrinya baru mendapat kabar," katanya.

Meski gugur dalam tugasnya, Jumiati tetap sabar menghadapi cobaan. Dia sudah mengerti tugas polisi memang memiliki risiko dan berjuang untuk melawan teroris.

Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan moril kepada keluarga dari Briptu Fandi. Tujuannya agar mereka tetap semangat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

"Kami tergerak memberikan santunan. Kami tahu bung Fandi meninggal seorang istri dan anak yang masih balita. Tentu membutuhkan dana, meski tidak seberapa yang bisa kami bantu," katanya.

Briptu Fandi menyelesaikan pendidikan sekolah vokasi di Fakultas Hukum. Selama kuliah, Fandi dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan. Ia merupakan mahasiswa angkatan 2008.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up