alexametrics
Selain DP Rumah Nol Rupiah

Pemerintah Pusat Punya Konsep TOD Buat MBR di Jakarta

22 Juni 2018, 20:05:17 WIB

Jawapos.com – Selain program DP rumah 0 rupiah besutan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang penuh pro dan kontra, pemerintah pusat juga tengah mengusung konsep hunian terintegrasi transportasi publik atau Transit Oriented Development (TOD).

Sebagai pilot project, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengerahkan perusahaan pelat merah untuk menggarapnya. Diantaranya Perum Perumnas, Wika hingga PT PP. Mengenai masalah lahan para BUMN karya bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia atau KAI.

Setidaknya ada lima stasiun kereta yang akan didirikan lahan hunian vertikal, diantaranya Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Senen, Stasiun Juanda, Stasiun Tanah Abang dan terakhir Stasiun Manggarai.

Menariknya, penjualan rumah susun sederhana milik yang berdiri di lahn parkir Stasiun Tanjung Barat sudah laris manis bahkan sebelum proyeknya kelar. 

TOD Tanjung Barat terdiri dari satu menara Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) 23 lantai dan dua menara Apartemen Sederhana Milik (Anami) dengan 29 lantai. 

Total akan ada tiga menara rumah vertikal ini memiliki 1.232 unit, mencakup 298 unit di menara Rusunami bersubsidi dan 934 unit di menara Anami atau segmen komersial. 

“Untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) itu kan biasanya porsinya 25 persen, tapi kami sekarang menekankan, BUMN itu harus minimal 30 persen. Apalagi di sejumlah lokasi premium, jarang ada yang mau berikan (jatah) MBR. Nah kami mau menekankan kalau yang konstruksinya dari BUMN, kita mengharuskan harus 30 persen,” kata Rini Soemarno Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat peresmian proyek Agustus 2017 lalu.

Perumnas berkomitmen akan menyelesaikan pembangunan pada 2019 hingga 2020 mendatang. Namun, bagi konsumen yang masih berminat akan diarahkan membeli unit komersial. 

Lantaran jumlah unit rusunami yang subsidi sudah ludes terjual. Asal tahu saja, saat ini unit komersial dijual Rp19 juta per meter persegi, sedangkan unit subsidi dijual Rp7 juta – Rp9 juta per meter persegi.

Selain TOD di Stasiun Tanjung Barat, akan ada TOD Stasiun Pasar Senen yang akan dikerjakan kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Stasiun Juanda Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Manggarai akan dikerjakan PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk dan PT Brantas Abipraya (Persero). Seluruhnya akan digarap bukan hanya dengan konsep yang sama tetapi juga pemanfaatan lahan serta porsi yang tidak jauh beda dengan konsep TOD di Stasiun Tanjung Barat.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : (uji/JPC)



Close Ads
Pemerintah Pusat Punya Konsep TOD Buat MBR di Jakarta