JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kadin Jakarta: Jakarta Kota Jasa, Harus Probisnis dan Prowirausaha

22 Juni 2018, 13:05:59 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kadin Jakarta: Jakarta Kota Jasa, Harus Probisnis dan Prowirausaha
Hotel Alexis resmi ditutup. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tidak dipungkiri laju perekonomian di Jakarta menjadi pusat dan tiap tahun terus meningkat. Transaksi jual-beli, menjadi kesempatan bagi para pelaku usaha dalam meraup keuntungan.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyatakan kota Jakarta dikenal sebagai kota jasa. Sebab, Jakarta tidak punya resourches, maka kota besar ini dapat dikatakan murni pergerakan ekonominya ke sektor jasa.

"Pertama kita lihat yang paling menonjol sektor jasa perdagangan kemudian sektor jasa pariwisata, sektor jasa keuangan kemudian walaupun ada industri namun hanya penunjang saja. Artinya kita lihat pergerakan uang di Indonesia boleh dikatakan 60 persen bergerak di Jakarta," ujar Sarman saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (19/6).

Kadin Jakarta: Jakarta Kota Jasa, Harus Probisnis dan Prowirausaha
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyegel Pulau D Reklamasi yang sudah berdiri ratusan bangunan. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)

Sarman melihat DKI Jakarta memiliki potensi untuk berkembang dan itu sangat terbuka. Sehingga, sampai saat ini Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah ( APBD) Jakarta terus mengalami kenaikan yang signifikan.

"Tahun ini mencapai 70 Triliun, artinya perputaran ekonomi di Jakarta sangat tinggi, sebab pada umumnya pendapatan Pemda disamping pajak dari kendaraan bermotor juga dari restribusi. Bahkan adanya Asian Games 2018, bisa dikatakan menjadi salah satu faktor strategis untuk menumbuhkan ekonomi Jakarta ke depan," terangnya.

"Target Pemerintah mencapai 6 persen pasti bisa terkejar karena momen Asian Games karena dihadiri 45 negara. Bisa dibayangkan seluruh makanan, transportasi, hiburan, tempat tinggal semua disediakan di Jakarta," tambahnya.

Adapula yang mendukung perekonomian 2019 ke depan yaitu momentum pemilihan Presiden tahun depan, dimana bersamaan dengan pemilihan Legislatif . Sarman melihat momen ini dapat menggerakkan ekonomi Jakarta karena ada perputaran ekonomi disana.

"Misalnya belanja kampanye, atributnya, yang banyak memang dipesan Jakarta kaos, pin ini bisa meningkatkan perekonomian Jakarta," tuturnya.

Dirinya melihat tantangan Jakarta jaman ini ada dua, pertama soal ketenagakerjaan dan kedua masalah kemiskinan dan angka pengangguran. Sesuai dengan data statistik angka pengangguran ada di angka 7 persen. Ini berarti tantangan Jakarta ke depan, harus dibuat kebijakan yang probisnis dan prowirausaha. Probisnis artinya kebijakan masalah perijinan.

"Ya peraturan daerah yang bersentuhan dengan dunia usaha tidak dipersulit, dihambat atau dipersempit ruang geraknya tapi bagaimana diperluas potensi Jakarta diberikan keleluasaan kepada pengusaha untuk berkreasi lebih baik," terangnya.

Sarman mengakui komunikasi dan kordinasi kemitraan antara Kadin dengan Pemprov DKI Jakarta berjalan sangat baik. Apalagi dengan latar belakang Gubernur dan Wakilnya yang merupakan akademisi dan enterpreneur tulen.

"Secara psikologis mereka tahu tantangan, permasalahan dan yang diharapkan dari pelaku usaha. Terlebih pak Sandi mantan Wakil ketua Kadin Indonesia, jadi sinergitas baik. Kita selalu memberikan saran dan pandangan dari berbagai aspek tantangan permasalahan di dunia usaha," jelasnya.

Sinergi Kadin dan Pemprov DKI Jakarta pun dilihat dari penciptaan pelaku usaha baru dengan program OK Oce, yang senantiasa siap didukung. Sarman hanya berharap jaminan dan kepastian ke depan bisa lebih responsif dan komunikasi dapat berjalan baik antara Pemerintah dengan para pelaku usaha.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up