JawaPos Radar

Hilang Saat Petak Umpet, Bocah SD Ternyata Dicabuli Kakek

22/04/2018, 13:18 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Hilang Saat Petak Umpet, Bocah SD Ternyata Dicabuli Kakek
Ilustrasi: Bocah SD menjadi korban pencabulan kakek 62 tahun (Dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Kasus pencabulan dilakukan kakek berinisial SF, 62, di Cirebon, Jawa Barat. Pelaku tega mencabuli bocah 11 tahun berinsial SR yang sedang sembunyi di rumah pelaku karena bermain petak umpet. Pelaku justru kerasukan setan dan mencabuli korban yang masih tetangganya itu.

Kejahatan seksual tersebut dilakukan SF pada Kamis (5/4) silam sekira pukul 16.00 WIB. Bermula saat korban bermain di rumah SF. Di situ, SR dan teman sebayanya asyik bermain petak umpet dan bersembunyi di ruang tamu.

Rupanya SF terus memperhatikan korban yang memantik hasrat birahinya muncul menggelora. Bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu disergapnya dari belakang.

SR sempat memberontak, tetapi karena kalah tenaga akhirnya tidak berdaya. SF dengan leluasa memangku SR menuju kamarnya. “Di kamar itu SF mencabuli SR,” kata Kanit PPA Polres Cirebon, Iptu Iwa Mashadi kepada Radar Cirebon (Jawa Pos Group).

Korban bisa lolos setelah salah satu teman SR memangil-manggil dengan keras dari luar rumah pelaku. Sebab, korban tiba-tiba menghilang di tengah permainan tersebut.

“Saat teman korban memanggil, pelaku lengah, sehingga korban bisa melarikan diri keluar kamar. Pelaku sempat menarik roknya, tapi untung korban berhasil melarikan diri,” terang Iwa.

Sepulang dari rumah pelaku, SR terlihat murung. Sehingga gerak-geriknya menimbulkan kecurigaan ibunya. Awalnya korban enggan cerita. Namun setelah dibujuk, korban lalu menulis pesan di buku dan diserahkan kepada ibunya.

"Di situ korban menceritakan semua yang dialami termasuk bagian terlarangnya diobok-obok pelaku,” papar Iwa.

Setelah membaca tulisan itu, ibu korban yang berinisial M shock berat. Sambil menahan marah, kemudian mendatangi rumah pelaku untuk mengklarifikasi.

Meski sudah didesak SF tetap berkilah dan tidak mengakui. Sehingga ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa. “Kita mendapatkan laporan dari ibu korban dan aparat desa. Malam itu juga menuju rumah pelaku. Polisi mengamankan pelaku tanpa perlawanan,” ujar Iwa.

(yuz/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up