alexametrics

Sakit Hati, Alasan Pelaku Acak-acak Masjid dan TPA di Banyumas

22 Maret 2019, 19:05:45 WIB

JawaPos.com – Motif pengrusakan di Pondok Pesantren Miftahul Falah, Desa Buniayu, Tambak, Banyumas, Jawa Tengah terungkap. Pelaku sampai nekat melakukan hal tak wajar macam itu karena dilatarbelakangi rasa sakit hati.

Identitas pelaku sendiri terungkap atas nama, Anal Musyaffa alias Rojikun, warga Dukuh Tambak Wringin RT 03 RW 02 Desa Bumiagung, Rowokele, Kebumen. Dia adalah bekas murid di Pondok Pesantren Miftahul Falah.

“Hari Kamis tanggal 21 Maret 2019, sekitar pukul 21.45 malam, berhasil mengamankan pelaku,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Agus Triatmaja, Jumat (22/3). Penangkapan dilakukan di kediamannya.

Penangungkapan diawali dari keterangan sejumlah saksi yang yang mengarah kepada pelaku. Adapun informasi yang menyebut bahwa Rojikun meninggalkan rumah pada Kamis (21/3) dini hari dan baru kembali sekira pukul 06.00 pagi.

Saat diinterogasi, pelaku pun mengakui perbuatannya. Dia sampai nekat melakukan hal itu karena merasa sakit hati dengan Pengasuh Ponpes Miftahul Falah, KH Daelami Yusuf dan pengasuh TPA Darussalam, Kiai Abdul Majid.

“Ia sakit hati karena Kiai Daelami mengeluarkan tersangka dari ponpes Miftahul Falah. Tersangka Rojikun pun merasa sakit hati kepada Kiai Abdul Majid karena tidak mau menjadikanya sebagai santri karena suatu alasan,” katanya lagi.

Adapun barang barang bukti yang diamankan dari tersangka berupa tas punggung warna hitam, payung, baju dan celana. Serta sebilah golok yang diduga digunakan untuk menebas tanaman di kebun milik KH Daelami.

Selanjutnya tersangka Rojikun dibawa ke Polres Banyumas untuk proses sidik lanjut. Sebelum ini, Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono pun sempat menyebut bahwa akan dilakukan pemeriksaan secara psikologis terhadap pelaku karena ada indikasi yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan.

Jika terbukti bersalah atau dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku diancam dikenakan Pasal 406 KUHP juncto Pasal 65 KUHP tentang perusakan. Dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan penjara.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro



Close Ads
Sakit Hati, Alasan Pelaku Acak-acak Masjid dan TPA di Banyumas