alexametrics

Puluhan Ribu Anak di Sumbar Alami Gizi Buruk dan Stunting

22 Maret 2019, 15:37:14 WIB

JawaPos.com – Penuntasan kasus gizi buruk dan stunting masih menjadi pekerjaan rumah berat bagi Sumatera Barat (Sumbar). Pasalnya hingga kini, terdapat ribuan anak bergizi buruk dan bertubuh pendek tersebar di 19 kabupaten/kota.

Dinas Kesehatan Sumbar mencatat sesuai tiga kategori pengklasifikasian kasus tersebut. Masing-masing berdasarkan berat badan/umur, tinggi badan/umur dan berat badan/tinggi badan.

Dari data Dinas Kesehatan Sumbar, sepanjang 2018, terdapat 6.793 bayi usia di bawah dua tahun (baduta) bergizi buruk. Lalu, sebanyak 15.942 baduta bertubuh pendek (stunting). Serta 6.685 bayi berbadan sangat kurus.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday (Riki Chandra/JawaPos.com)

Tidak saja baduta, kondisi memprihatinkan juga terjadi pada anak di bawah lima tahun (balita). Sedikitnya, 28.898 anak terdata kurang gizi. Sebanyak 59.641 balita stunting, dan 19.667 orang berbadan sangat kurus.

Jika ditotalkan, jumlah baduta dan balita mencapai 137.626 orang. Masing-masing, 35.691 orang kurang gizi. Lalu, 75.583 bayi mengidap stunting dan 26.352 bayi berbadan sangat kurus.

“Data itu status gizi baduta dan balita berdasarkan penimbangan massal tahun 2018. Satu bayi diukur panjang, tinggi dan berat badannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday, Jumat (22/3).

Menurut Merry, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk menekan persoalan tersebut. Mulai dari regulasi, pembentukan tim, keterlibatan berbagai pihak sampai bantuan dana dari pusat hingga daerah. “Ada rencana masa pendek, ada masa panjang. Ini sangat perlu diseriusi,” katanya.

Paling tidak kalah penting, lanjut Merry, adalah edukasi kepada masyarakat, terutama ibu hamil. Hal ini dilakukan mulai dari pemantauan status gizi dengan penimbangan massal setiap bulan Februari, Agustus dan September. Lalu, pemberian vitamin A dan obat cacing.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menegaskan, kasus gizi buruk dan stunting menjadi pekerjaan rumah Dinas Kesehatan dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) hingga bupati dan wali kota.

“Terpenting sekali membangun jamban yang layak supaya kasus diare tidak menyerang anak-anak. Sebab itu juga memicu stunting,” kata Nasrul.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Riki Chandra


Close Ads
Puluhan Ribu Anak di Sumbar Alami Gizi Buruk dan Stunting