alexametrics

Hotel di Malang Mulai Kurangi Sedotan Plastik

22 Maret 2019, 15:03:36 WIB

JawaPos.com – Sejumlah pelaku industri perhotelan di Kota Malang sudah mulai mengurangi penggunaan sedotan plastik. Hal itu sebagai upaya mengatasi permasalahan pemanasan global (global warming). Salah satunya Savana Hotel & Convention Malang. Bahkan pihak hotel telah mengurangi penggunaan sedotan plastik hingga 25 persen dari sebelumnya.

General Manager (GM) Savana Hotel & Convention Malang Suprapto mengatakan, pengurangan sedotan plastik dilakukan sejak awal Februari lalu. Hal itu setelah sebuah komunitas bernama Climate Change Frontier (CCF) mengajak untuk melakukan kampanye Bye Sedotan Plastik.

Dengan mempertimbangkan faktor kesehatan, pihak hotel langsung merespons positif kampanye tersebut. “Dengan pertimbangan (faktor) kesehatan, Savana per awal Februari sudah menerapkan pengurangan sedotan plastik,” ujar Suprapto kepada JawaPos.com, Jumat (22/3).

Di awal penerapan kampanye, Savana Hotel mendapat banyak pertanyaan dari tamu. “Saat diterapkan, banyak yang tanya. Kemudian kami jelaskan bahwa menerapkan (penggunaan sedotan) on request. Tapi kalau tetap minta, ya kami berikan,” terangnya.

Ini dijadikan sebagai proses edukasi bagi para tamu hotel. Tidak sedikit tamu yang paham dengan kampanye tersebut. Terutama tamu asing. Di Savana sendiri, 15 persen tamu yang menginap merupakan orang asing. “Mereka (tamu) aware ke kesehatan. Mungkin mereka sejak dini sudah diberi edukasi (pengurangan sedotan plastik),” ungkapnya.

Suprapto menerangkan, pengurangan sedotan plastik memang tidak bisa signifikan. Melaikan harus secara bertahap. “Itu proses. Awalnya 10 persen, sekarang 25 persen. Tidak bisa langsung stop,” ujarnya.

Selama ini, Savana Hotel hanya memasang banner yang menyatakan mengikuti kampanye pengurangan sedotan plastik di lobby hotel. Namun rencananya mulai minggu depan, Savana Hotel membuat welcome letter yang berisi tentang kampanye tersebut. Jadi lebih mudah diterima tamu.

Founder Climate Change Frontier (CCF) Baskoro menyampaikan, setidaknya sudah ada 38 partisipan yang mengikuti kampanye pengurangan sedotan plastik. Antara lain 15 hotel dan 14 kafe/resto. Kemudian perusahaan dan sekolah di Malang, Batu, serta Bojonegoro.

Selama ini, CCF menemui pro kontra terkait kampanye pengurangan sedotan plastik. Bahkan ada hotel yang tidak merespons ajakan itu. “Hotel yang menolak biasanya sudah mempunyai program sendiri. Kadang mereka juga ingin mendiskusikan terlebih dahulu. Tapi ujung-ujungnya tidak ada kabar,” paparnya.

CCF memang lebih fokus menyasar hotel dan restoran. Sebab sedotan plastik lebih banyak dihasilkan hotel dan kafe. “Satu kafe bisa membuang sedotan plastik sebanyak 500-750 sedotan per hari,” ungkapnya.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Fiska Tanjung



Close Ads
Hotel di Malang Mulai Kurangi Sedotan Plastik