alexametrics

Harga Solar Lebih Mahal, Nelayan Kepulauan Seribu Curhat ke Anies

22 Maret 2019, 19:26:23 WIB

JawaPos.com – Kunjungan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Kepulauan Seribu dimanfaatkannya untuk mendengarkan keluh kesah nelayan di Pulau Pramuka. Anies pun nampak sengaja menghampiri para nelayan di sela-sela kunjungannya.

Para nelayan pun satu suara mengeluhkan harga bahan bakar solar untuk kapal dinilai lebih mahal ketimbang di daratan. Mereka meminta agar Anies menyampaikan hal tersebut ke pemerintah pusat.

Terlebih, ada beberapa nelayan yang menyatakan bahwa harga solar untuk bahan bakar kapal di Pulau Pramuka mencapai Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per liternya. Hal ini cukup berbeda dibanding di Jakarta.

“Di darat sana Rp 5.500, tapi pas sampai sini jadi Rp 9.000 pak,” ungkap salah satu nelayan kepada Anies, Jumat (22/3).

Mereka pun berharap tidak agar harga solar bisa sama dengan di daratan. Sebab, hal itu jelas membebani para nelayan untuk beraktivitas. “Kami minta diturunkan harga solarnya, kalau nggak bisa sama, ya sekitar enam atau tujuh ribu juga nggak apalah,” harap nelayan tersebut.

Dari keluhan tersebut, Anies terlihat sangat prihatin dan telah menyuruh Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad untuk bersurat ke Pemprov DKI agar diteruskan ke Pemerintah Pusat. Diketahui, Pemerintah Pusat menetapkan harga premium (RON 88) dan solar subsidi untuk nelayan Rp 5.150 per liter di daerah Jawa, Madura dan Bali (Jamali).

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Reyn Gloria

Copy Editor :

Harga Solar Lebih Mahal, Nelayan Kepulauan Seribu Curhat ke Anies