alexametrics

Bank Sumut Bantah Blokir ATM ASN Pemko Medan

22 Maret 2019, 02:07:03 WIB

JawaPos.com – Bank Sumatera Utara (Sumut) membantah dan menyatakan tidak pernah melakukan pemblokiran terhadap rekening atau pun Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

Melalui Erwinsyah, Pelaksana Sementara (PLS) Pemimpin Bidang Public Relations, pihak Bank Sumut mengklaim tidak pernah memblokir rekening atau pun ATM milik nasabahnya jika tanpa sebab.

“Kita memang sedang proses migrasi ke ATM berlogo GPN. Tapi kalau pemblokiran itu, bukan karena belum ATM-nya belum GPN,” ujar Erwinsyah,Kamis (21/3) petang. 

Pemblokiran katanya, dilakukan oleh sistem secara otomatis. Itu pun karena saldo nasabah dibawah Rp 50 ribu. Pihak Bank Sumut juga sudah mengkonfirmasi kepada seluruh cabang. Belum ada pemblokiran yang dilakukan karena belum beralih ke logo GPN. 

Namun demikian, Erwin mengatakan bahwa, nasabah yang kartu ATM sedang terblokir dapat tetap menarik uangnya secara manual melalui buku tabungan. Hingga masabah mengurus kartu ATM kembali yang sudah berlogo GPN. 

Untuk kartu berlogo GPN memang stiknya masih kosong. Untuk pengadaannya masih diproses oleh vendor. Kekosongan blanko GPN karena tingginya permintaan untuk migrasi. 

“Sesuai anjuran BI, kartu ATM berlogo GPN yang ada chip keamanannya terus kita proses. Memang kita sedang kosong karena permintaannya tinggi. Tapi kita usahakan sesegera mungkin kembali tersedia,” pungkasnya. 

Namun, tidak adanya pemblokiran yang dikatakan oleh pihak Bank Sumut dialami sejumlah pegawai dan tenaga honorer Pemko Medan. Mereka tidak bisa mengambil gaji lewat ATM. Pasalnya, kartu ATM mereka diblokir Bank Sumut.

Kabarnya, penyebabnya, mereka belum mengganti kartu ATM-nya berlogo GPN sebagaimana sudah diumumkan sebelumnya. Hal itu dialami Yanti, 36. Salah seorang pegawai honorer di salah satu dinas Pemko Medan.

Ia mengungkapkan, peristiwa itu terjadi ketika dirinya hendak mengambil gaji bulan Januari yang baru keluar. “Awal tahun biasanya gaji agak terlambat. Setelah gaji ditransfer ke rekening malah uangnya tidak bisa diambil karena kebijakan Bank Sumut,” ujar Yanti.

Yanti melanjutkan, saat dirinya melakukan transaksi di mesin ATM, muncul pemberitahuan agar nasabah menghubungi kantor Bank Sumut. Kemudian, di bagiain luar mesin ATM terdapat pemberitahuan nasabah Bank Sumut agar segera menukarkan kartu ATM yang dimilikinya dengan kartu ATM yang memiliki chip atau berlogo GPN.

“Kami sudah datang ke kantor Bank Sumut Pusat di Jalan Imam Bonjol, Medan. Sebelum ke meja informasi, sekuriti memberitahukan blanko ATM kosong dan disarankan agar bertransaksi secara manual dengan menggunakan buku tabungan”, jelasnya.

Menurutnya, tidak adanya blanko ATM yang berlogo GPN di Bank Sumut ini sangat disayangkan. Itu membuat dirinya tidak dapat bertransaksi menggunakan mesin ATM. Keberadaan ATM baginya mempermudah nasabah dalam transaksi.

Ia pun menyayangkan pembelokiran yang terjadi. Seharusnya, kata Yanti, Bank Sumut jangan langsung melakukan pemblokiran kartu ATM nasabah. “Seharusnya jika tidak ada blanko ATM, pihak Bank Sumut jangan blokir kartu ATM secara sepihak. Ini sangat merugikan kami sebagai nasabah. Untuk itu diharapkan Bank Sumut agar dapat menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Prayugo Utomo

Copy Editor :

Bank Sumut Bantah Blokir ATM ASN Pemko Medan