alexametrics

Kejati Jabar Banding Restitusi Korban Herry Wirawan Bukan Salah Negara

22 Februari 2022, 12:08:44 WIB

JawaPos.com–Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Asep N. Mulyana mengatakan, pihaknya melakukan banding terkait pembebanan restitusi korban pemerkosaan terpidana Herry Wirawan. Sebab, perbuatan asusila terpidana tersebut bukan merupakan kesalahan negara.

”Ini seolah-olah negara kemudian yang salah. Seolah-olah kemudian akan menciptakan bahwa ada pelaku-pelaku lain nanti kalau berbuat kejahatan, itu ada negara yang menanggung (ganti rugi korban),” kata Asep seperti dilansir dari Antara di Bandung, Selasa (22/2).

Asep mengatakan, persoalan restitusi, yang menjadi poin dalam memori banding itu, diajukan guna meluruskan dan mencegah timbulnya pelaku-pelaku asusila lain. Sehingga, pihaknya tetap menuntut agar restitusi sebesar Rp 331 juta tetap dibebankan kepada Herry Wirawan sebagai terpidana kasus pemerkosaan terhadap 13 santriwati.

Dia menjelaskan, restitusi dan kompensasi merupakan dua hal berbeda. Menurut dia, biaya restitusi untuk para korban harus dibebankan kepada pelaku.

Sehingga, lanjut dia, dalam poin banding tersebut jaksa tetap menuntut agar yayasan pesantren milik Herry dibubarkan dan disita sebagai perampasan aset. ”Makanya kami kemudian meminta kepada hakim untuk banding; untuk kemudian mengabulkan permohonan kami, termasuk pembubaran dan perampasan aset yayasan,” jelas Nana.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup kepada pelaku pemerkosaan 13 santriwati Herry Wirawan. Dengan vonis tersebut, hakim memutuskan Herry tak dapat dikenakan hukuman lain berdasar pasal 67 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Hakim juga memutuskan biaya restitusi sebesar Rp 331 juta, yang sebelumnya dituntut untuk dibebankan kepada pelaku, dibebankan kepada negara melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads