alexametrics

Polisi: Kami Juga Tak Temukan Jejak Kaki Para Pemerkosa

22 Februari 2019, 21:50:58 WIB

JawaPos.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel terus menyelidiki kasus perampokan disertai pemerkosaan terhadap korban Y, 25, seorang bidan desa di Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel. Dari hasil penyelidikan, Polda Sumsel menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus ini.

Pasalnya, tidak ditemukan bukti sperma, darah dan rambut di lokasi kejadian.

Kepala Laboratorium Forensik Cabang Palembang, Kombes Pol I Nyoman Sukena mengatakan, alat yang ada di labfor saat ini sudah semakin canggih. Dalam waktu singkat mampu membuktikan sejumlah kasus.

Seperti contoh, kasus pemerkosaan disertai pembunuhan di Muara Enim yang menimpa mahasiswi di Palembang. Saat itu dari bukti DNA yang terdapat di vagina korban identik dengan tersangka. Hasil labfor ini diketahui kurang lebih dalam waktu 24 jam.

“Itulah kecanggihan Labfor Polri saat ini dalam mengungkap kasus, termasuk kasus yang korbannya sempat dibakar,” katanya saat ditemui di Polda Sumsel, Jumat (22/2).

Untuk kasus bidan desa ini, pihaknya telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencari alat bukti seperti darah, sperma dan rambut milik pelaku beserta sidik jari. Namun, pihaknya tidak menemukan alat bukti tersebut baik darah yang menempel disprei, sperma dan lain sebagainya.

Ia juga mengaku, sejumlah upaya pun juga dilakukan seperti mengamati jejak dari para pelaku. Seharusnya, jika memang ada lima pelaku maka tentu akan terlihat jejak kaki apalagi kondisi saat itu hujan tentu ada bercak.

“Kami juga tidak menemukan bercak jejak kaki para tersangka pada saat olah TKP,” tutupnya.

Seperti diketahui, Nahas yang dialami Y, 25, warga Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumsel. Pasalnya, korban yang berprofesi sebagai bidan desa ini menjadi korban perampokan disertai pemerkosaan saat berada di Poskesdes tempat korban bekerja.

Dari kejadian tersebut, korban pun mengalami trauma serta beberapa barang berharganya pun dibawa para pelaku diantaranya, telpon genggam dan uang sebesar Rp 500 ribu.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : Alwi Alim

Polisi: Kami Juga Tak Temukan Jejak Kaki Para Pemerkosa