alexametrics

Periksa 15 Camat, Kantor Bawaslu Sulsel Dikepung Massa

22 Februari 2019, 14:49:08 WIB

JawaPos.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan (Sulsel) memeriksa 15 camat yang diduga mendukung Calon Presiden-Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Di luar gedung, puluhan massa menggelar unjuk rasa. Aksi mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Pengunjuk rasa mendesak agar Bawaslu serius menangani dugaan pelanggaran yang dilakukan camat se-Kota Makassar. “Bawaslu harus serius memeriksa dugaan pelanggaran ini. Selidiki, dalami, jangan main-main karena ini persoalan mendasar dugaan pelanggaran yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN),” kata koodinator aksi Aiman Adnan di depan Kantor Bawaslu Sulsel, Jalan AP Pettaranani, Kota Makassar, Jumat (22/2).

Unjuk rasa merupakan bentuk pengawalan untuk memastikan bahwa pelaporan memang betul-betul ditangani Bawaslu. Di sisi lain, pengunjuk rasa menyayangkan sikap yang dipertontonkan seluruh camat.

Menurut Aiman, sikap camat yang secara terang-terangan mendukung salah satu capres merupakan bentuk penggiringan opini. “Ini bahkan sangat kami sayangkan, karena tugas dan kewenangan mereka sebagai seorang ASN sudah tercederai,” jelasnya.

Komisioner Divisi Penindakan Bawaslu Sulsel Azry Yusuf menegaskan, pihaknya tidak akan tebang pilih dalam proses pengusutan pelaporan ini. “Kami sementara periksa. Jadi kami membutuhkan waktu. Kalau soal tebang pilih itu adalah harga mati bagi Bawaslu. Tidak didesak pun, kami tetap akan mengusut dan mengklarifikasi laporan ini,” tegasnya.

Azry meminta semua pihak tetap bersabar menanti jalannya proses klarifikasi hingga tuntas. Begitu pula dengan pihak-pihak lain yang nantinya dipanggil.

Adapun 15 terlapor adalah camat Rappocini, Mamajang, Ujung Tanah, Tamalanrea, Tallo, Kepulauan Sangkarang, Biringkanaya, Makassar, Manggala, Bontoala, Panakkukang, Ujung Pandang, Tamalate, Mariso, dan Wajo. Mereka dilaporkan terkait viralnya video berdurasi 1 menit 27 detik.

Video itu memperlihatkan para camat berdiri bersama mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL). Setelah memperkenalkan diri satu per satu, para camat berseru bahwa dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf Amin adalah harga mati.

Mereka dianggap melanggar netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Seperti tertuang pasal 2 huruf f Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2015 tentang ASN. Sebelumnya, para camat dilaporkan ke Bawaslu Makassar. Kemudian proses pemeriksaannya diambil alih Bawaslu Sulsel.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Sahrul Ramadan

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Periksa 15 Camat, Kantor Bawaslu Sulsel Dikepung Massa