alexametrics

Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Orang Utan, Pelaku Menembak Bergiliran

22 Februari 2018, 11:34:19 WIB

JawaPos.com – Polisi berhasil mengungkap bentuk pembunuhan orang utan oleh para pemburu di Taman Nasional Kutai 3 Februari lalu. Dari hasil rekonstruksi didapatkan fakta baru bahwa orang utan itu mati setelah diberondong dengan 130 perluru senapan angin. Semua itu atas penembakan yang dilakukan secara bergiliran oleh lima orang.

Rekonstruksi kemarin dilakukan di Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur. Sebanyak 26 adegan rekonstruksi dilakukan empat tersangka. Sementara itu, seorang tersangka yang masih di bawah umur diperankan polisi.

Adegan pertama mewakili kejadian pada Sabtu pagi, sekitar pukul 06.00 Wita. Saat itu tersangka Muis, 36, mendengar suara orang utan dari atas pohon. Muis kembali ke rumahnya untuk mengambil senapan angin yang dibeli sebulan lalu. ”Beli itu dapat bonus 2 bungkus peluru. Satu bungkus berisi 50 peluru,” jelasnya.

Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Orang Utan, Pelaku Menembak Bergiliran
Beberapa adegan rekonstruksi diperagakan oleh para tersangka penembakan orang utan, kemarin (21/2). (FAHMI FAJRI/BONTANG POST/Jawa Pos Group)

Dari balik batang pohon yang sudah kering, Muis menembak orang utan hingga membuat marah binatang itu. Merasa terancam, dia pergi ke rumah Nasir, 55, untuk meminta bantuan. Saat kembali, Nasir dan Muis berjumpa dengan Hendri, 13, yang juga membawa senapan. Ketiganya pun mendekati orang utan yang masih berada di pohon. ”Ketiga tersangka langsung menembak orang utan yang masih berada di pohon,” terang Kasatreskrim Polres Kutim AKP Yuliansyah.

Penembakan tetap dilakukan meski orang utan kabur ke arah danau. Bahkan, pelaku bertambah menjadi lima dengan datangnya Andi, 37, dan Rustam, 37. Penembakan yang dimulai sekitar pukul 06.00 Wita tersebut berlangsung hingga pukul 11.00 Wita. Saat para pelaku pergi, orang utan masih berada di pohon di dekat danau.

Orang utan itu akhirnya ditemukan dan dievakuasi pada 5 Februari pukul 12.00 Wita dalam kondisi kritis. Meski pertolongan sudah dilakukan, satwa dilindungi itu akhirnya mati pada pukul 01.55 Wita. Kini lima orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan pasal 21 ayat (1) jo pasal 40 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem jo pasal 55 dan 64 KUHP. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (mga/c4/fat)

Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Orang Utan, Pelaku Menembak Bergiliran