alexametrics

112 Rumah Rusak, Tanah Sukabumi Terus Bergerak…

22 Februari 2017, 10:34:02 WIB

JawaPos.com – Pergerakan tanah masih mengancam warga Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi. Bahkan, kini pergerakannya semakin meluas. Akibatnya, sekitar 112 rumah warga rusak dengan kategori berat, sedang, dan ringan. Sedangkan 21 rumah lainnya terancam rusak.

Bencana tersebut juga mengancam sedikitnya 139 kepala keluarga (KK) atau 559 jiwa. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 24 warga mengungsi di rumah sanak saudaranya. Dari data yang dihimpun Radar Sukabumi (Jawa Pos Group), bencana itu tersebar di delapan kampung di antaranya Kampung Bojong Haur, Lebak Muncang, Pasir Gerong, Pasir Jambu, Citiis, Cibandi, Ciawi, dan Legok Nyenang.

Salah seorang warga Kampung Pasir Gerong RT 01/09, Ai Riyani (22) mengatakan, sejak 3 Februari lalu, pergeseran tanah secara perlahan menggerogoti rumahnya. Senin (20/2) malam, kata Ai, pergerakan tanah kembali terjadi. Kondisi itu membuat kerusakan rumahnya bertambah seperti di kamar, dapur, dan kamar mandi.

Menurut Ai, pergeseran tanah biasanya terjadi jika intensitas hujan di wilayahnya cukup tinggi, seperti yang terjadi awal bulan lalu hujan berturut-turut selama dua hari lebih. Begitupun, kata Ai, seperti Senin (20/2) malam. “Karena malam hujan, pergerakan tanah kembali terjadi, sehingga setiap kali hujan warga selalu khawatir penggerakan tanah terus berlangsung,” terangnya.

Dengan kondisi rumah yang rusak, sejak tiga minggu lalu, Ai dan keluarga tidak menempati rumahnya dan memilih tinggal bersama orang tuanya yang tidak terkena dampak pergeseran tanah. “Untuk sekarang tinggal di rumah orang tua, yang kebetulan tidak terkena dampak pergeseran,” akunya.

Lebih lanjut Ai menambahkan, bencana pergeseran tanah pernah terjadi pada 23 tahun lalu, informasi ini Ai terima dari beberapa orang yang sebelumnya pernah memiliki rumah di kawasan pergerakan tanah.

“Sebetulnya dulu pernah terjadi, sampai semua pada pindah, tapi karena sudah lama tidak terjadi jadi masyarakat memberanikan diri untuk buat rumah lagi,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Bantarkalong, Syahrial Hasan mengungkapkan, pihaknya terus memantau pergerakan tanah yang kian hari meluas. Terlebih, ketika intensitas hujan mengguyur wilayahnya. “Memang setiap hari selalu ada, namun karena pergeserannya secara perlahan jadi kurang diketahui pasti,” tandasnya.

Untuk memudahkan proses evakuasi, setiap hari ada tim yang memantau pergerakan tanah dititik yang dianggap rawan. Bahkan, untuk memudahkan distribusi bantuan, kantor desa sudah sebulan ini menjadi posko darurat bencana.

“Sejak awal tim dari BPBD dan instansi lain sudah membantu berbagai upaya evakuasi, termasuk kita juga menyalurkan bantuan sembako bagi korban,” terangnya. (pj/cr10/yuz/JPG)

Editor : Yusuf Asyari



Close Ads
112 Rumah Rusak, Tanah Sukabumi Terus Bergerak...