alexametrics

Demi Nasib Penyandang Disabilitas, Penjual Kaki Palsu Ini Nekat Nyaleg

22 Januari 2019, 02:16:16 WIB

JawaPos.com – Namanya Syahroni. Selama ini dia dikenal sebagai penjual kaki palsu. Profesi yang digeluti 16 tahun silam itu tengah menjadi sorotan.

Sebagai seorang disabilitas, Syahroni kini mendapat perhatian besar dari warga Pandeglang, Banten. Hal itu karena langkah politiknya yang memberanikan diri mendaftar menjadi caleg di salah satu parpol. Alhasil, kini pria asal Kampung Pabuaran, Kelurahan Pagadungan, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang itu terdaftar dalam daftar calon tetap (DCT) untuk DPRD Banten.

Dalam Pemilu 2019 ini Syahroni mengaku memiliki misi besar. Dia ingin orang-orang senasib dengannya mendapat perlakuan lebih baik lagi. Kebijakan pemerintah, terutama Banten yang lebih pro disabilitas. “Kaum disabilitas punya hak yang sama untuk hidup dan sejahtera,” ungkapnya seperti dikutip dari Banten Raya (Jawa Pos Group), Selasa (22/1).

Di balik perjuangannya ini, ada cerita pilu yang dilewati pria yang sebetulnya terlahir sebagai laki-laki yang normal dan sempurna itu.

Kala itu, 18 tahun silam Syahroni tengah berpikir untuk mengubah nasib. Dia merantau ke Kota Bandung, Jawa Barat. Namun belum genap setahun di sana, dia mendapat musibah. Sebuah mobil melindas tubuhnya dan membuat kaki kirinya terluka parah dan harus diamputasi.

Alih-alih berubah nasib, Syahroni malah harus pulang ke kampung halamannya di Kampung Pabuaran dengan status sebagai penyandang disabilitas. “Saya terlahir dengan normal namun kecelakaan hebat di Bandung telah membuat kaki saya seperti ini,” kata dia.

Hidup tak normal lagi membuat Syahroni terpuruk dan sulit melakukan pekerjaan sekaligus menghidupi keluarganya. Namun di tengah situasi serba sulit itu, dia berusaha untuk bangkit. “Tahun 2002 saya kepikiran untuk membeli kaki palsu. Tapi harganya mahal. Mencapai Rp 15 juta per unit,” kenangnya.

Tingginya harga kaki palsu membuat ayah tujuh anak itu terpaksa minta bantuan kepada para donatur. Termasuk kepada bupati Pandeglang dan gubernur Banten saat itu. Upaya itu mendapatkan hasil, Syahroni mendapat uang tambahan untuk membeli kaki palsu di Jakarta.

Di awal-awal menggunakan kaki palsu, dia mengaku sangat tidak nyaman. Karena tuntutan untuk bisa beraktivitas, akhirnya kaki palsu tersebut bisa dirasakan bermanfaat dan membantu. Saat sudah bisa beraktivitas, Syahroni menyatakan gundah lantaran faktanya bukan hanya dirinya yang disabiltas karena kecelakaan atau bawaan lahir.

“Ketika saya sudah bisa berjalan normal saya jadi kasihan kepada penyandang disabilitas lainnya di kampung yang tentu kesulitan. Makanya saya bertekad untuk bisa membantu dengan cara membuatkan kaki palsu. Kalau harus beli harganya mahal dan servisnya repot,” jelasnya.

Di awal mewujudkan mimpinya membuat kaki palsu, Syahroni menggunakan peralatan seadanya dan menggunakan kayu sebagai bahan dasar kaki palsu. Ternyata usahanya gagal. Kaki palsu berbahan dasar kayu sangat rapuh dan tidak nyaman.

“Terpaksa saya membelah kaki palsu yang saya beli untuk mencontoh desain dan bentuknya. Beberapa kali mencoba mencetak menggunakan bahan plastik akhirnya menyerupai dan bisa dipakai. Saat itu orang pertama yang pakai kaki palsu saya orang Saketi,” katanya.

Karena sudah ada penyandang disabilitas yang megggunakan kaki palsu buatannya, Syahroni semakin tertantang untuk terus mengembangkan produknya. Hasilnya semenjak 2004 hingga kini dia mampu memproduksi kaki palsu lebih dari 200 unit. Bahan yang digunakannnya pun ditingkatkan menjadi almunium.

“Keahlian ini juga hasil sharing dengan pembuat kaki palsu lainnya di Indonesia. Saya bersyukur produk saya diterima pasar dan katanya nyaman digunakan,” kata dia sembari menunjukkan tempat produksi sekaligus kediamannya.

Atas kemampuan ini pula, kehidupan Syahroni semakin berkembang. Tidak terbatas pada pembuatan kaki palsu, Syahroni pun dipercaya untuk menjadi pengurus PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia) Banten, Ketua NPC (organisasi olahraga penyandang disabilitas) Pandeglang, dan Ketua Yayasan Budi Asih.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : jpg

Demi Nasib Penyandang Disabilitas, Penjual Kaki Palsu Ini Nekat Nyaleg