alexametrics

Pabrik Pasta Ikan Terdampak Larangan Cantrang

22 Januari 2018, 15:26:33 WIB

JawaPos.com – Pabrik pasta ikan (surimi) di jalur Pantai Utara (Pantura) Jateng Jawa Tengah (Jateng) diminta melakukan diversifikasi bahan baku. Hal itu untuk menyiasati minimnya hasil tangkapan ikan akibat larangan penggunaan cantrang sejak 2017.

Kepala Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jateng Gatot Perdana mengatakan, belum lama ini mengundang tujuh pabrik surimi guna melakukan sosialisasi penganekaragaman bahan baku.

Selama ini mereka mengandalkan para nelayan cantrang saat mencari pasokan bahan baku di laut lepas. Kini, pemilik pabrik surimi hampir gulung tikar karena hanya bisa mengandalkan stok sisa bahan baku.

“Kami tahu kualitas surimi terbaik di dunia berasal dari Indonesia. Jauh di atas Vietnam, Kamboja maupun Thailand. Dari pada usaha mereka tutup, kenapa tidak dilakukan perluasan ruang lingkup produksi saja,” ungkap Gatot di kantornya kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Senin (22/1).

Ketujuh pabrik surimi yang dimaksud adalah PT Bluesea Industry di Pekalongan, PT Bintang Karya Laut di Rembang, PT Holimina Jaya di Rembang, PT Indoseafood di Rembang, PT Namkyung di Rembang, PT Sinar Bahari Agung di Kendal dan PT Sinar Mutiara Abadi di Rembang.

BKIPM telah menawarkan beberapa alternatif bahan baku kepada pabrik surimi. Mulai dari rajungan, ikan tenggiri, cumi dan udang. Masing-masing pabrik telah menunjukkan ketertarikan pada alternatif tersebut demi memacu kinerja ekspor.

Pabrik-pabrik surimi itu telah sejak lama menjalin kerja sama ekspor dengan BKIPM Jateng. Dari 48 pabrik pengolahan ikan yang ada. Tujuh di antaranya memproduksi pasta ikan untuk diekspor. “Tujuannya ke negara-negara Asia Pasifik macam Tiongkok, Thailand dan Taiwan,” beber Gatot.

Aktifitas ekspor surimi menduduki peringkat keempat dari total ekspor produk perikanan dari Jateng. Dari data komoditas ekspor pada 2017, ekspor surimi mencapai 2.708 ton atau setara Rp 221 miliar.

Sedangkan penyumbang ekspor produk perikanan di Jateng lainnya yaitu rajungan mencapai 3.228 ton atau setara Rp 1,2 triliun. Lalu udang mencapai 3.320 ton atau setara Rp 515 miliar. “Maka dari itu, kami akan mendukung peningkatan ekspor dengan diversifikasi bahan baku,” tegas Gatot.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (gul/JPC)




Close Ads
Pabrik Pasta Ikan Terdampak Larangan Cantrang