JawaPos Radar

BPJS Ketenagakerjaan Mencatat Ada 608 Perusahaan 'Nakal'

22/01/2018, 23:09 WIB | Editor: Budi Warsito
BPJS Ketenagakerjaan Mencatat Ada 608 Perusahaan 'Nakal'
Deputi Direktur Wilayah Sumbagsel, Arie Budiarto (tengah) saat diwawancarai. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) mencatat, hingga akhir tahun 2017 ada 608 perusahaan yang tidak membayar penunggakan, belum terdaftar dalam keanggotaan dan lain sebagainya.

Deputi Direktur Wilayah Sumbagsel Arie Budiarto mengatakan, pihaknya telah mengajukan perusahaan nakal tersebut kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk segera diselesaikan.

Ia merincikan, dari 608 perusahaan yang nakal ini, 388 perusahaan diantaranya melakukan penunggakan mencapai Rp 18 miliar. Hal itu pun sudah diselesaikan di tingkat Kejari sebanyak 326 perusahaan.

Kemudian, untuk perusahaan yang belum daftar keanggotaannya tercatat ada 82 perusahaan. Untuk perusahaan tersebut, sudah ditangani kejari sebanyak 49 perusahaan. Lalu, perusahaan yang hanya sebagian mendaftarkan tenaga kerja yakni sebanyak 72 perusahaan dan telah diselesaikan di Kejari sebanyak 14 perusahaan.

Selanjutnya, perusahaan daftar sebagian program tercatat ada 66 perusahaan dan 17 perusahaan diantaranya sudah selesai. "Kami sengaja mengandeng Kejari untuk menangani perusahaan yang belum memenuhi kewajibannya. Sehingga, (perusahaan) nantinya kembali menjalankan kewajibannya," katanya kepada JawaPos.com, Senin (22/1).

Arie juga mengungkapkan, pihaknya juga bekerjasama dengan pemerintah daerah terkait dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan, pihaknya berencana untuk bekerjasama dengan pelayanan satu atap sehingga jika mereka (perusahaan) tidak taat dapat disanksi administrasi.

Sejauh ini, rencana tersebut baru dilakukan di Muaro Bungo, Jambi. Sedangkan untuk di Kota Palembang, baru sebatas penandatanganan kerjasama belum menerapkannya. Ia mengaku, dengan kerjasama itu diharapkan dapat mencapai target. Dimana, di tahun 2018 ini, kepesertaan meningkat 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Tahun ini kami juga memfokuskan untuk pekerja di sektor informal seperti driver Go-Jek, Pedagang Kaki Lima dan lain sebagainya untuk jadi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan," tutupnya. (lim)

(lim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up