alexametrics

Polisi Agendakan Rekonstruksi Ulang Kasus Pelecehan Seksual di Unsri

21 Desember 2021, 16:05:18 WIB

JawaPos.com–Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mengagendakan rekonstruksi ulang kasus dugaan pelecehan seksual tersangka A kepada mahasiswi Universitas Sriwijaya. A merupakan dosen nonaktif Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Unsri yang ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (7/12) lantaran diduga melakukan pelecehan seksual secara fisik kepada korban DR mahasiswi bimbingannya.

Kepala Subdit IV Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Sumsel Komisaris Polisi Masnoni mengatakan, rekonstruksi ulang itu digelar secara langsung di Laboratorium Sejarah FKIP Unsri Kampus Indralaya, Ogan Ilir, yang merupakan tempat kejadian perkara (TKP) tersangka melecehkan korban.

”Agenda rekonstruksi ulang digelar pekan ini di TKP. Tersangka A dihadirkan, dia akan memperagakan perbuatannya kepada korban. Korban dihadirkan dengan pemeran pengganti,” kata Masnoni seperti dilansir dari Antara di Palembang, Selasa (21/12).

Menurut dia, rekonstruksi ulang tersebut dilakukan untuk memencukupi berkas penyidikan tersangka A sebelum dilimpahkan ke kejaksaan. ”Meskipun tersangka sudah mengakui perbuatannya, penyidik masih memerlukan bukti-bukti tambahan sehingga ketika berkas dilimpahkan, benar-benar sudah klir,” ujar Masnoni.

Dia menjelaskan, penyidik sudah memeriksa sebanyak delapan orang saksi. Masing-masing merupakan rekan korban sesama mahasiswi. Termasuk Dekan FKIP Hartono berikut kepala Program Studi (Kaprodi) Jurusan Sejarah.

”Untuk kondisi korban DR aman dia sehat. Akademiknya pun dijamin pihak kampusnya,” terang Masnoni.

Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan barang bukti milik korban berupa satu buah bra hitam, satu buah kaos dalam, dan pakaian luar korban warna merah muda.

Tersangka A dikenakan pasal berlapis. Yakni disangkakan melanggar pasal 289 KUHP tentang Pencabulan dan Perbuatan yang Menyerang Kehormatan Kesusilaan dengan ancaman pidana selama tujuh tahun. Kemudian pasal 294 ayat (2) poin 1 dan 2 KUHP tentang perbuatan cabul dengan orang yang karena jabatannya dengan ancaman pidana penjara selama sembilan tahun.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads