alexametrics

Wawancara Khusus Dirut PT NKE atas Amblesnya Jalan Gubeng

Kami Stop Dua Bulan
21 Desember 2018, 19:46:22 WIB

JawaPos.com – Direktur Utama PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) Djoko Eko Suprastowo menjadi orang yang paling dicari atas amblesnya Jalan Raya Gubeng. Sebab, perusahaan yang dia pimpin menjadi kontraktor proyek basement yang ambrol itu. Berikut petikan dengar pendapat Djoko dengan Ketua DPRD Surabaya Armuji di Kota Pahlawan kemarin (20/12).

Mengapa jalan bisa ambrol? Apakah tidak ada tanda-tanda sebelumnya?

Proyek sempat kami stop dua bulan.

Wawancara Khusus Dirut PT NKE atas Amblesnya Jalan Gubeng
Infografis amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Ada indikasi penurunan bangunan sekitar. Terutama di sisi barat. Tepatnya di Siloam BPJS yang mengalami retak-retak. Kami koordinasi dengan konsultan perencana. Kami juga berkomunikasi intens dengan owner (PT Saputra Karya) terkait dengan masalah itu.

Apakah tidak berkoordinasi dengan pemkot setelah melihat indikasi itu?

Tidak. Kami belum sampai ke sana. Namun, kami khawatir atas apa yang terjadi. Kami stop lagi, lalu mengundang konsultan independen Prof Herman Wahyudi. Tidak sembarangan orang yang kami tunjuk. Kami duduk bersama melihat permasalahannya. Beliau yang membuat rekomendasi. Saat dianggap cukup stabil, kami melanjutkan proyek itu. Namun, baru dua hari kami kerjakan, terjadilah tanah ambles itu. Ya, nasib lah, Pak.

Apa yang sudah dilakukan kontraktor untuk memastikan proyek aman?

Kami sudah memancang semua lokasi basement. Ada penahan tanah dan ground anchor. Kami juga sudah melakukan tahapan sesuai dengan yang dibikin konsultan perencana. Saat ada penurunan tanah, kami memperbaikinya dengan perkuatan cerucuk. Itu lumayan mengurangi pergerakan. Kami lakukan monitoring total.

Seberapa dalam galian saat tanah ambles?

Sedalam 13,5 meter, baru ambles. Tapi, saat kejadian, kami tidak mengerjakan sisi timur yang ambles itu. Kami justru mengerjakan sisi selatan lebih dulu. Seharusnya tidak ada masalah. Kami hati-hati sekali dalam proyek itu. Makanya, step-by-step kami pantau dengan hati-hati. Tapi, kenyataannya demikian.

Dewan tidak setuju jika APBD digunakan untuk mengembalikan kondisi Jalan Raya Gubeng. Bagaimana tanggung jawab kontraktor?

Tapi, kami sudah bicarakan dengan berbagai pihak. Nanti sore (kemarin sore, Red) kami langsung menguruk. Sudah dapat izin dari polda untuk truk kami masuk 24 jam. Kami siap bertanggung jawab atas kejadian itu.

Bagaimana cara kontraktor mengembalikan kondisi Jalan Raya Gubeng?

Kami siapkan dua material. Cyclop beton dan pasir batu. Yang cyclop akan kami uruk di bawah BNI dan Elizabeth. Untuk mengisi rongga bawah bangunan. Kami prioritaskan yang ada bangunannya dulu.

Kapan proyek pengembalian kondisi tuntas?

Target kami, akhir tahun ini jalan bisa berfungsi lagi. Jadi, mungkin 10 harian sudah tuntas. Kami sudah bikin grup WhatsApp dengan pemkot dan instansi terkait untuk memudahkan koordinasi. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (sal/c11/ttg)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Wawancara Khusus Dirut PT NKE atas Amblesnya Jalan Gubeng