alexametrics

NKE Keberatan Dituding Biang Amblesnya Jalan Raya Gubeng

21 Desember 2018, 21:09:10 WIB

JawaPos.com- PT Nusantara Konstruksi (NKE) telah menyatakan bertanggungjawab penuh atas perbaikan Jalan Raya Gubeng. Namun, mereka juga keberatan dituding menjadi penyebab terjadinya sinkhole Surabaya tersebut.

Jumat (21/12), NKE mengeluarkan keterangan resmi di Jakarta. Dalam rilis yang diterima JawaPos.com, NKE menyampaikan beberapa poin mengapa mereka tidak ingin dikambinghitamkan.

Pertama, terkait proses dan prosedur sebelum pembangunan dilaksanakan. NKE menyatakan pelaksanaan pembangunan telah sesuai dengan perencanaan dan metode kerja. PT Saputra Karya selaku pemberi kerja dan konsultan yang ditunjuk NKE yang memberi perencanaan dan metode kerja. 

“Semua aktifitas yang dilaksanakan kontraktor dalam hal ini PT NKE, mulai dari tahapan atau kegiatan pekerjaan telah sesuai dengan dokumen-dokumen pelaksanaan,” terang Dirut PT NKE Djoko Eko Suprastowo melalui keterangan tertulisnya. 

Kedua, NKE menyatakan tidak ingin buru-buru disalahkan karena polisi masih melakukan penyelidikan. Selain itu, NKE juga tidak dapat memberi pernyataan apapun terkait siapa yang seharusnya bertanggungjawab.

“PT NKE menyatakan keberatan jika dijadikan satu-satunya pihak yang bertanggungjawab (kambing hitam) atas musibah ini. Mohon bersabar hingga penyidikan selesai dan menyimpulkan hasil,” tambah Djoko. 

Saat ini NKE menyatakan masih fokus pada perbaikan sinkhole Surabaya agar secepatnya bisa normal kembali. NKE terus berkoordinasi dengan kepolisian, pemberi kerja, dan Pemerintah Kota Surabaya. 

“Yang kami lakukan bersama pihak lain saat ini adalah berkonsentrasi pada pemulihan Jalan Raya Gubeng. Itu (pemulihan jalan) merupakan kepentingan umum,” lanjutnya.

Sementara itu, ditemui JawaPos,com usai hearing di kantor DPRD Kota Surabaya, Kepala Departemen Operasional PT NKE Hendri Noor memberikan penjelasan secara gamblang terkait proyek yang digarap di Jalan Raya Gubeng tersebut.

Dia menjelaskan, pemilik proyek tersebut adalah PT Saputra Karya. NKE ditunjuk sebagai pelaksana pengerjaan proyek. Dalam perjalanannya, mereka menunjuk master konsultan, yakni Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Prof Herman.

Hubungan antara NKE dengan master konsultan berupa diskusi perencanaan pembangunan, pemilihan material, hingga tindakan apa yang harus dilakukan ketika terjadi kejanggalan. NKE hanya menjalankan apa yang diperintahkan PT Saputra Karya di awal pengerjaan proyek tersebut.

“Jadi kalau ada kebocoran dan harus melakukan tindakan, ya dari konsultan. Kalau kami hanya melaporkan dan melaksanakan saja,” kata Hendri di gedung DPRD Surabaya, Jumat (21/12).

Faktanya, dinding penahan tersebut bocor. Hingga mengakibatkan amblesnya Jalan Raya Gubeng, Selasa malam (18/12). Padahal sebelum itu terjadi, NKE sempat menemukan adanya kebocoran pada tembok penahan dinding urukan dekat trotoar jalan.

NKE lalu menghentikan progresnya tanpa berkonsultasi dengan master konsultan. Meski mereka tahu jika ada kebocoran atau kejanggalan apapun, pihaknya harus melaporkan dan berdiskusi dengan master konsultan.

Menurut penuturan Hendri, PT Saputra Karya yang merekomendasikan agar pembangunan tetap berlanjut. Syaratnya, NKE harus berhati-hati dan kalau perlu mencari cara aman agar tidak terjadi musibah.

“Jadi semenjak kami mendapatkan ada masalah (kebocoran), kami stop. Lalu kami lakukan evaluasi. Kami melakukan evaluasi dengan memanggil tim ahli. Owner tahu itu. Setelah mendapatkan rekomendasi dari tim ahli, owner menyerahkan kembali proses pembangunan kepada NKE,” terangnya.

Editor : Dida Tenola

Reporter : (HDR/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
NKE Keberatan Dituding Biang Amblesnya Jalan Raya Gubeng