alexametrics

Massa Aksi Bakar Foto Xi Jinping dan Segel Polisi

21 Desember 2018, 19:34:59 WIB

JawaPos.com – Massa ‘Aksi Bela Muslim Uighur’ mengungkapkan kemarahan dengan membakar bendera Tiongkok berbahan spanduk dan foto Presiden Tiongkok Xi Jinping di depan Konsulat Jenderal (Konjen) Tiongkok, di Jalan Wali Kota, Kota Medan, Jumat (21/12).

Aksi yang dilakukan umat Islam di Medan, dikarenakan mereka merasakan kesedihan karena penindasan umat muslim yang ada di Uighur. Unjuk rasa pun dilakukan di beberapa titik di Indonesia.

Di Medan, massa menggelar teatrikal. Seorang laki-laki memakai topeng bergambar Presiden Tiongkok Xi Jinping. Lalu ada juga massa yang membawa boneka karton yang bergambar wajahnya.

Massa Aksi Bakar Foto Xi Jinping dan Segel Polisi
Polisi disegel dengan tali hijau oleh massa aksi bela Uighur di Medan. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

Boneka itu diarak sejak massa melakukan long march. Hingga sampai di depan Konjen Tiongkok, massa menginjak-injak fotonya.

Tak puas menginjak, massa kemudian melakukan aksi bakar bendera dan foto Jinping yang bertuliskan teroris. Ini adalah bentuk kecaman kepada Tiongkok.

Ketua GNPF Sumut, Ustad Heriansyah mengatakan, agar negara-negara di dunia memutuskan hubungan diplomatik dengan Tiongkok. Dia juga menyatakan Tiongkok sebagai musuh umat Islam.

Heriansyah kesal. Kedatangan massa hari ini tidak disambut baik. Bahkan, kabarnya kantor konsulat juga sudah kosong. “Kita datang hanya mau mengklarifikasi apa yang terjadi disana dan kenapa mereka bersikap demikian jahat dengan umat islam disana. Apa salah umat Islam disana?,” ungkapnya.

Dengan tegas, Heriansyah menyatakan mengecam sikap penakut Konjen Tiongkok di Medan. Dia menganggap Tiongkok telah melukai umat Islam. “Tidak berani mengahadpi umat Islam meski hanya sekedar berdialog saja,” tandasnya.

Aksi mendapat pengawalan ketat dari kepolisian. Di depan gerbang, barisan polisi bersiaga beberapa lapis. Di seputaran Konjen, juga terparkir kendaraan taktis (Rantis) milik kepolisian.

Kasat Intel Polrestabes Medan, AKBP Masana Sembiring mencoba berdialog dengan massa. Dia mencoba memberi pemahaman kepada perwakilan. Namun perwakilan massa tampaknya tak puas. Mereka mendatangi Kapolrestabes Medan yang berdiri di dekat gerbang Konjen Tiongkok.

Dialog memakan waktu yang cukup lama. Sehingga massa berang. Aksi saling dorong sempat terjadi. Massa yang ada di barisan mulai berteriak, meminta polisi membuka barikade.

Aksi sempat diwarnai kekisruhan di barisan massa saat polisi melarang mereka untuk menyegel Konjen. Akhirnya massa memasang pita hijau, mengelilingi barisan polisi yang bejaga di depan gerbang.

“Terima kasih pak polisi yang mau disegel oleh kita,” kata Ustaz Rafdinal dari atas mobil komando.

“Tidak layak ada Konsulat Cina di medan. Karena mereka tidak berperikemanusiaan. Ini rumah tidak ada orangnya. Maka karena tidak ada orangnya maka ini rumah hantu,” ungkapnya.

Usai menyegel Konjen Tiongkok, massa mengakhiri aksinya. Mereka kembali ke Masjid Raya Al Mashun sebagai titik awal unjuk rasa.

Editor : Budi Warsito

Reporter : (pra/JPC)



Close Ads
Massa Aksi Bakar Foto Xi Jinping dan Segel Polisi