JawaPos Radar | Iklan Jitu

Petani Sawit Meninggal Setelah Dianiaya Tetangga

21 November 2018, 20:57:14 WIB | Editor: Budi Warsito
Petani Sawit Meninggal Setelah Dianiaya Tetangga
Samin terbujur kaku di instalasi jenazah. Korban tewas setelah dianiaya tetangganya. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Seorang petani sawit bernama Samin, meninggal dunia setelah dianiaya oleh tetangganya. Laki-laki berusia 60 tahun tersebut, dianiaya dengan alat panen buah sawit yang terbuat dari besi (tojok). Pelaku penganiayaan terhadap Samin, diketahui berinisial AP alias Slamet, 42. Saat ini, pelaku telah diamankan oleh polisi.

Kasubbag Humas Polres Rohul, Ipda Nanang Pujiono mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang anak kecil di areal kebun sawit Desa Tapung Jaya, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Selasa (20/11) sekitar pukul 09.30 WIB.

"Saat itu ada anak kecil yang melihat korban bersimbah darah. Kemudian anak kecil tersebut memberitahukan kepada Lasmuri yang sedang mencari rumput dekat Posyandu," kata Nanang, Rabu (21/11) malam.

Petani Sawit Meninggal Setelah Dianiaya Tetangga
AP tetangga korban yang merupakan pelaku penganiayaan. (Istimewa)

Anak kecil tersebut mengatakan kepada Lasmuri ada seorang pria yang sedang tidur di tanah. Mendengar hal tersebut, Lasmuri langsung berlari. Jaraknya hanya sekitar 10 meter dari lokasi Lasmuri mencari rumput.

"Saksi melihat korban dalam keadaan terlentang bersimbah darah. Tapi saat itu, korban masih hidup namun tidak sadarkan diri. Kemudian saksi memanggil warga lalu bersama-sama membawa korban ke bidan praktek mandiri," sebutnya.

Sesampainya di sana, korban langsung diberikan tindakan medis. Sekitar 30 menit kemudian, korban menghembuskan nafas terakhirnya. Ia dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan dari luka bacok pada bagian kepala atas.

"Selain itu, korban juga mengalami patah tulang pada bagian tangan sebelah kiri. Korban meninggal dunia akibat penganiayaan tersebut," ujarnya.

Tak lama setelah itu, polisi mendapatkan informasi kematian korban. Kemudian melakukan serangkaian penyelidikan. Akhirnya diketahui bahwa pelaku berinisial AP.

"Polsek Tapung dapat informasi adanya perkelahian yang menyebabkan meninggal dunia. Kemudian kita lakukan penyelidikan dan mengetahui keberadaan pelaku di Kecamatan Ujung Batu," ucapnya.

Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap pelaku. Setelah mengetahui keberadaannya, pelaku langsung diringkus polisi dalam waktu 3 jam setelah korban ditemukan. Ia langsung dibawa ke Mapolsek Tapung guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah melukai korban dengan tojok. Motifnya karena pelaku sakit hati korban selalu mengambil buah sawit yang ada di depan rumah pelaku. Padahal pelaku sudah sering menegur korban," kata dia.

Terkahir, pelaku pun merasa kesal dengan perbuatan korban. Meski sudah saling mengenal, tetapi pelaku tetap tidak terima dengan tindakan korban. Akhirnya terjadilah perkelahian hingga pelaku nekat memukulkan tojok ke tangan kiri korban hingga patah. Selain itu, pelaku juga memukulkannya ke kepala korban.

"Pelaku dan barang bukti seperti tojok, sepasang sepatu dan pakaian korban sudah diamankan. Atas perbuatannya, pelaku terancam diatas 5 tahun penjara," pungkasnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up