JawaPos Radar | Iklan Jitu

Apes! Bayar PSK Rp 200 Ribu Pakai Uang Palsu, Dani Diciduk Polisi

21 November 2018, 05:10:59 WIB | Editor: Estu Suryowati
Apes! Bayar PSK Rp 200 Ribu Pakai Uang Palsu, Dani Diciduk Polisi
ILUSTRASI. Dani membawa uang palsu yang dicetaknya sendiri ke Manggar Sari untuk menikmati jasa wanita penghibur. Dani membayar PSK dengan uang pecahan Rp 100 ribu. (dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dani Darmansyah alias Dani, 20, diamankan pihak kepolisian lantaran kedapatan mengedarkan uang palsu (upal) usai menikmati jasa esek-esek di lokalisasi Manggar Sari, pada 22.00 Wita, Senin (12/11). Polisi berhasil membekuk pengedar upal tersebut di Jalan Mulawarman RT 31, Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur.

Dani rupanya membawa uang palsu yang dicetaknya sendiri ke Manggar Sari untuk menikmati jasa wanita penghibur. Dani membayar pekerja seks komersial (PSK) menggunakan upal pecahan Rp 100 ribu. Namun, upal tersebut mudah diketahui hingga akhirnya informasi tersebut dilaporkan ke polisi.

Mendapat laporan tersebut, polisi bergegas melakukan penangkapan terhadap tersangka. Informasi yang dihimpun, tersangka berhasil diamankan saat hendak membelanjakan uang palsunya di minimarket di kawasan Manggar. Pelaku pun langsung dibawa ke Mapolsek Balikpapan Timur untuk dimintai keterangan.

"Dapat informasi dari masyarakat, bahwa ada seorang laki-laki yang telah melakukan pembayaran kepada seorang WTS di eks lokalisasi Manggar Sari sebesar Rp 200 ribu pecahan uang Rp 100 ribu sebanyak dua lembar. Kami langsung lakukan penangkapan terhadap tersangka itu," kata Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Raden Dodi Sutantyoko, dikutip dari Prokal.co, Rabu (21/11).

Polisi lantas menginterogasi Dani. Merasa uang palsu yang dimiliki Dani masih ada lagi, polisi lantas meminta Dani menunjukkan kediamannya di Jalan Sepaku Laut RT 4, Kelurahan Marga Sari, Kecamatan Balikpapan Barat.

Benar saja, polisi berhasil menemukan 79 lembaran kertas uang palsu yang masih belum di potong di kediamannya. Lembaran-lembaran tersebut bila ditotal mencapai Rp 31.600.000 dan siap diedarkan oleh Dani.

"79 lembaran uang palsu itu masih belum dipotong-potong," ujar Dodi.

Polisi lantas melakukan pengembangan terhadap peredaran uang palsu tersebut. Karena diduga masih ada komplotannya dalam melancarkan aksi peredaran atau pembuatan uang palsu tersebut.

Sehingga, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap orang asing yang membeli sesuatu di warung atau tokonya dalam bentuk nominal uang besar. Sebab, uang palsu juga diduga telah beredar di masyarakat dan masih dalam pengembangan.

"Ya, kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu memperhatikan uang dari konsumen yang beli. Lakukan 3D yakni dilihat, diraba, dan diterawang. Karena bisa jadi tersangka mengedarkan atau membelikannya ke pasar-pasar. Jadi kami minta kalau ada temukan itu, silakan lapor ke kami," imbau Kasat Reskrim AKP Makhfud Hidayat.

(jpg/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up