alexametrics

Melihat Rumah Lengkung Peninggalan Belanda

21 Oktober 2019, 23:18:38 WIB

JawaPos.com – Rumah Lengkung yang berada di Jalan V&W Kelurahan Prapatan, Balikpapan Kota, Kalimantan Timur merupakan salah satu peninggalan Belanda yang masih bertahan hingga saat ini. Terletak di samping Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB), bangunan tua ini memang mencuri perhatian sejak dua-tiga tahun terakhir.

Bentuknya yang melengkung atau setengah lingkaran tergolong unik. Hampir saban hari, ada saja orang yang mengunjungi. Para pengunjung pun kerap mengabadikan momen di lokasi tersebut.

Balikpapan Pos (Jawa Pos Group) tergelitik menyambangi Rumah Lengkung itu, akhir pekan lalu, Sabtu (19/10). Sayang, rumah tampak sepi. Hanya ada warga sekitar yang nongkrong di halaman rumah tersebut, sembari berjualan dan menjaga kebersihan.

“Ini ada yang tinggalin. Hanya saja orangnya lagi ke lokasi (kerja),” kata Endi yang tengah duduk santai, dikutip dari Balikpapan Pos (Jawa Pos Group), Senin (21/10).

Lantaran penghuninya tak berada di rumah, Balikpapan Pos tak bisa masuk ke dalam rumah untuk melihat bagian dalam. Termasuk mendengarkan sejarah dari penghuni rumah secara langsung.

Endi mengatakan, pengunjung Rumah Lengkung tak seramai saat pertama kali viral dulu. Dua-tiga tahun lalu, banyak orang datang dan berfoto-foto ria di situ.

“Tapi sekira satu tahun belakangan ini terlihat sepi. Palingan ada cewek dan cowok atau anak-anak yang berfoto dari depan pagar saja,” terangnya.

Jirji Zaidan, salah seorang warga Gunung Empat mengaku senang bisa melihat bangunan tua seperti Rumah Lengkung ini. Ia dan keluarga jadi bisa mengenal peninggalan sejarah yang ada di Kota Balikpapan.

“Kalau saya bersama keluarga bukan sekadar untuk mampir. Tapi anak-anak juga suka ke tempat seperti ini. Jadi satu keluarga memang senang,” katanya.

Terlihat peninggalan bersejarah ini masih kental dengan ornamen aslinya baik kayu maupun papan, meskipun hanya dilihat pada bagian luar saja. Bahkan terlihat sangat bersih, meskipun pagarnya sudah ada yang rusak.

Editor : Estu Suryowati



Close Ads