alexametrics

Jor-joran di Pilkades Jepara, Timses Kandidat Tebar Amplop Berisi Uang

21 Oktober 2019, 15:05:33 WIB

JawaPos.com – Praktik money politics pada pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Jepara masih marak terjadi. Menjelang pencoblosan, banyak dari para tim sukses (timses) dari rumah ke rumah menyebar amplop berisi uang. Setidaknya ini terjadi di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, dan beberapa desa lain.

Timses dari dua calon petinggi di Desa Mantingan memberikan amplop dan kupon undian berhadiah kepada calon pemilih. Sementara satu calon lain belum ada informasi dari warga yang menerima amplop sebelum pencoblosan.

Ini diungkapkan salah satu warga, Fiana. Dia mengakui satu timses mendatangi rumahnya. Memberikan tiga amplop. Ada tiga pemilih di keluarganya. Amplop itu berisi Rp 25 ribu dan kupon. Tertulis nomor undian dan jenis hadiah dicantumkan pada kupon undian itu. Hadiah yang tertera, ada kulkas, kambing, hingga sepeda motor.

Bahkan, ungkapnya, saat hari pencobloson, pagi-pagi pukul 07.00 mash ada datang lagi timses dari calon lain. Kali ini, jumlah uang di dalam amplop sama. Juga memberikan kupon undian. Hanya, kupon itu ditempatkan di luar sebagai segel. Dari timses mengatakan hadiah utama berupa sepeda motor.

”Timses-timses itu sudah mendata dua pekan sebelum pencoblosan. Hadiah diundi kalau calon petinggi dipastikan menang,” katanya seperti dikutip Jawa Pos Radar Kudus.

Saat ditanya mengenai pilihannya, ia mengaku tidak terpengaruh dengan pembagian itu. Meski menerima pemberian dari timses itu, ia memilih calon sesuai dengan pilihannya. ”Kalau pilihan kan sudah ada. Sedangkan pembagian amplop itu ya diterima saja. Mosok ditolak,” katanya.

Pembagian amplop berisi uang menjelang pilkades ini, juga terjadi di Desa Lebuawu, Kecamatan Pecangaan. Di desa itu ada dua calon. Kedua calon itu sama-sama bukan dari incumbent. Satu calon melalui timsesnya membagikan amplop. Amplop berisi Rp 50 ribu diberikan kepada calon pemilih. Sedangkan satu calon lain tidak menyebar amplop.

”Saya menerima amplop dari Timses calon petinggi A. Tapi dari calon lain tidak ada kabar bagi-bagi,” ujar salah satu warga berinisial HK.

Di Desa Gemulung, Kecamatan Pecangaan, ada tiga calon kades yang maju pada pemilihan kali ini. Ketiganya diduga membagikan uang kepada masyarakat. Ada yang membagikan Rp 100 ribu. Ada pula yang hingga Rp 200 ribu untuk satu orangnya.

Salah satu warga Desa Gemulung, Eli mengatakan, dia mendapatkan amplop dari ketiga calon. ”Dapat dari tiga-tiganya. Yang satu ngasih Rp 200 ribu, sementara dua lainnya masing-masing kasih amplop isi Rp 100 ribu,” katanya.

Untuk satu rumah, Eli mengaku, jika ditotal mendapatkan amplop lebih dari Rp 1 juta. Di keluarganya, ada empat orang yang memiliki hak suara. ”Masing-masing orang dapat Rp 400 ribu. Ada empat orang, jadi dapatnya Rp 1 juta lebih,” ungkapnya.

Tidak hanya di desa tersebut, bagi-bagi uang juga dilakukan di berbagai desa lain. Di Desa Sidigede, Kecamatan Welahan, misalnya. Meski yang maju merupakan pasangan suami istri, namun para calon itu tetap bagi-bagi amplop.

Salah satu warga Desa Sidigede yang tak mau disebut namanya menyatakan, dia mendapat amplop dari salah satu calon. ”Dapat Rp 50 ribu. Meski suami istri tapi tetap bagi amplop,” jelasnya. Pemilihan Kepala Desa di Jepara umumnya dilakukan pada 17 Oktober 2019.

Editor : Mohamad Nur Asikin



Close Ads