JawaPos Radar

Pemadam Kebakaran Kesulitan Padamkan Api di TPA Putri Cempo

21/10/2018, 11:57 WIB | Editor: Budi Warsito
Pemadam Kebakaran Kesulitan Padamkan Api di TPA Putri Cempo
Asap tebal menyembul dari lokasi sampah yang terbakar, Minggu (21/10). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kebakaran yang terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo sampai saat ini masih belum padam. Sejumlah petugas pemadam kebakaran dari Solo terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Proses pemadaman terkendala dengan situasi dan kondisi di TPA tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo, Gatot Sutanto mengungkapkan, untuk saat ini api sudah bisa dikendalikan. Tetapi, untuk memadamkan sepenuhnya masih belum bisa. Hal itu dikarenakan, di lokasi kebakaran banyak sampah yang mudah terbakar dan juga plastik.
"Sudah terkendali, tetapi asap masih keluar dari lokasi kebakaran. Ini karena dari uap air dan sisa pembakaran yang terjadi," terangnya kepada JawaPos.com, Minggu (21/10).

Lebih lanjut Gatot mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan proses pemadam di lokasi kebakaran. Akan tetapi, proses ini tidak bisa optimal lantaran medan yang sulit dijangkau. Sampah di TPA Putri Cempo yang terbakar berada di perbukitan dan petugas kesulitan jika harus menjangkau lokasi tersebut.

Pemadam Kebakaran Kesulitan Padamkan Api di TPA Putri Cempo
Asap tebal menyembul dari lokasi sampah yang terbakar, Minggu (21/10). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

"Lokasinya berada di bukit-bukit dan ini cukup menyulitkan petugas untuk memadamkannya. Sedangkan api yang saat ini sudah padam kemungkinan bisa kembali menyala," ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Jatirejo, Mojosongo, yang berjarak puluhan meter dari lokasi kebakaran, Joko S Parmin,48, mengatakan, kebakaran ini sangat berdampak pada aktivitas warga. Asap yang mengarah ke pemukiman warga membuat warga sangat terganggu.

"Saat ini asap masih mengepul dari lahan yang terbakar, dan ini cukup mengganggu aktivitas warga," katanya.

Joko pun berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo segera turun tangan untuk mengatasi kondisi ini. Mengingat, warga di Jatirejo banyak yang menggantungkan hidupnya di TPA. "Mata pencaharian kami ya di TPA ini, kami berharap pemkot segera mengatasinya," ucapnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up