JawaPos Radar | Iklan Jitu

Penjualan Hingga Luar Negeri, DKI: Gerai Cupang Jangan Dibully

21 September 2018, 10:35:59 WIB | Editor: Erna Martiyanti
Penjualan Hingga Luar Negeri, DKI: Gerai Cupang Jangan Dibully
Ilustrasi OK OCE Mart. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Dinilai berbeda oleh masyarakat, Gerai Cupang yang baru diresmikan oleh Pemerintah dan Gerakan OK OCE mulai menimbulkan pro dan kontra. Banyak pula yang meremehkan program ini karena dilihat nilai ekonomis cupang kurang bersaing dengan yang lain.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Darjamuni menegaskan agar masyarakat tidak seenaknya membully para pengusaha ikan cupang yang diresmikan dalam Gerai Cupang Kewirausahaan Terpadu itu. Sebab, faktanya para usahawan memberikan prestasi penjualan sampai ke belahan dunia.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat ramai diperbincangkan karena akan meresmikan Gerai Ikan Cupang di Sentra Promosi dan Pemasaran Ikan Hias (SPPIH) Slipi, Jakarta Barat. Jika sebelumnya akan diberi nama Gerai Ikan Cupang OK OCE, namun saat peresmian diganti dengan Gerai Cupang Kewirausahaan Terpadu.

Berangkat dari hal tersebut, Darjamuni menepis bahwa menjadi pedagang ikan cupang tidak menguntungkan. Dirinya mengungkap aktivitas jual-beli pedagang tidak hanya menyasar masyarakat Jakarta dan Indonesia saja, melainkan hingga eskpor ke luar negeri.

"Saya ingin klarifikasi, hampir 85 pembudidaya cupang sudah melakukan ekspor dan banyak anak-anak yang sudah sarjana karena ikan cupang," kata Darjamuni saat dikonfirmasi, Jumat (21/9).

Dirinya meminta masyarakat menghargai profesi sebagai pedagang cupang. Pasalnya, Indonesia dapat dikenal dengan kualitas ikan cupang terbaik lewat Gerai Cupang Kewirausahaan Terpadu ini.

"Kalau ada yang bilang ngapain gerai cupang diresmikan, effort dan incomenya kecil itu salah besar. Jangan cupang dianggap remeh itu yang ingin saya tekankan," tegasnya.

Sebelumnya, Anies tidak dapat menghadiri peresmian gerai tersebut karena ada sosialisasi bahasa negara di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Dirinya mengaku kesulitan karena banyaknya agenda namun dia harus menangani sendiri.

"Badannya satu kalau inginnya ke semua acara. Itulah yang saya bilang, kalau ada pembagian dengan wakil saya leluasa," jelas Anies di Balaikota DKI Jakarta.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up