JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kapten Begal Tikam Polisi, Wali Kota Makassar Justru Bilang Begini

21 September 2018, 12:36:53 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kapten Begal Tikam Polisi, Wali Kota Makassar Justru Bilang Begini
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto saat menjenguk petugas Polrestabes Makassar, korban penikaman bos begal, di rumah sakit Bhayangkara, Makassar, Jumat (21/9). (Syahrul Ramadhan/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomtanto, angkat bicara terkait kembali maraknya begal yang melakukan aksinya di kawasan perkotaan. Baru-baru ini, bos begal yang dianggap sebagai kapten dalam komplotannya, melakukan penganiayaan terhadap seorang petugas kepolisian.

Pelaku menikam petugas saat hendak dilalukan penangkapan di jalan Nikel, kecamatan Panakkukang, kota Makassar, Jumat (21/9) pagi tadi. Puncaknya, karena tindakan melawan hukum, pelaku kemudian ditembak mati oleh petugas.

Danny, sapaan akrab Wali Kota ini berpendapat, aksi begal yang belakangan marak terjadi tak lepas karena faktor atau latar belakang status sosial. Secara umum katanya hampir sebagian besar pelaku, tak mempunyai lapangan perkerjaan.

"Kita bisa lihat dari statistik meskipun angka pengangguran di Makassar menurun tapi angka urbanisasi terus meningkat. Menurunkan pengangguran di urbanisasi yang meningkat tidaklah gampang," kata Danny usai menjenguk petugas Polrestabes Makassar yang menjadi korban penikaman bos begal di rumah sakit Bhayangkara, Jumat (21/9) siang.

Seluruh upaya untuk mentaktisi kondisi itu menurut Danny telah semaksimal mungkin dilakukan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Mulai dari koordinasi intens dengan aparat hukum polisi dan TNI, pengawasan melalui RT/RW terhadap warganya, hingga menyediakan lapangan kerja tambahan bagi mereka yang tak mempunyai pekerjaan.

"Kita bisa lihat misalnya petugas drainase yang tidak punya ijazah, kita pekerjakan. Petugas kebersihan, laskar pajak, kita berupaya semaksimal mungkin untuk menyediakan pekerjaan bagi warga-warga kita," jelasnya.

Danny juga menekankan, untuk meminimalisir kondisi tersebut, peran keluarga sangat penting untuk mengawasi segala tindaktanduk anggota keluarga lainnya. Dalam konteks lain, ia menyerahkan semua penanganan persoalan hukum bagi aparat kepolisian.

Di luar itu, Danny mengapresiasi tindakan aparat yang mengambil langkah tegas untuk memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggara hukum dan membahayakan banyak orang.

"Khusus untuk menyangkut keamanan masyarakat seperti hari ini, saya harus memberi dukungan bagi petugas karena beliau adalah pahlawan masyarakat membela kepentingan masyarakat banyak. Kita apresiasi dan kita akan berikan reward kepada beliau, petugas yang menjadi korban," tambahnya.

Tim Jatanras Polrestabes Makassar, sebelumnya, menembak mati seorang pelaku begal sadis. Tindakan tegas terpaksa dilakukan karena dalam upaya penangkapkan, di jalan Nikel, Jumat (21/9) sekitar pukul 05.45 pagit tadi, pelaku melawan, menikam petugas dengan senjata tajam.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Irwan Anwar menyebut, pelaku bernama Kemal, 25, merupakan begal sadis yang dikenal sebagai 'kapten' begal di sekitar jalan Sukaria, kecamatan Panakkukang, Makassar.

"Pada saat penangkapan pelaku melakukan perlawanan kepada petugas dengan menggunakan senjata tajam, sehingga mengakibatkan luka petugas bagian tangan dan leher sebelah kiri," terang Irwan disela-sela olah tempat kejadian perkara (TKP), jalan Nikel.

Bripda Yusrival Ilham, disebutkan ditikam pelaku yang merupakan residivis pencurian dan kekerasan (Curas) menggunakan badik saat akan ditangkap. Dua butir timah panas polisi pun bersarang di tubuh pelaku.

"Karena mengancam keselamatan petugas dan masyarakat sekitar, tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan kearah dada sehingga mengenai dada kiri tersangka sebanyak dua kali dan seketika itu meninggal dunia sebelum dilakukan pertolongan," pungkas Irwan.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up