JawaPos Radar | Iklan Jitu

Harimau Sumatera Kembali Muncul di Inhil

21 September 2018, 17:05:59 WIB | Editor: Budi Warsito
Harimau Sumatera Kembali Muncul di Inhil
Jejak kaki Harimau Sumatera yang muncul di di Dusun Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Inhil, Riau. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Harimau Sumatera kembali muncul di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Satwa yang biasa dipanggil Datuk Belang tersebut kini muncul di Dusun Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung, Riau. Kemuncuklan satwa dilindungi ini pun membuat warga setempat resah.

Kabid I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo mengatakan, pihaknya telah turun ke lokasi untuk melakukan observasi. Dari hasil pengamatan sementara, Si Belang itu diperkirakan berusia remaja.

Hal tersebut diketahui berdasarkan ukuran jejak kaki yang ditemukan di perkebunan dekat pemukiman warga. "Dia memang sempat menyerang enam ternak warga. Tiga di antaranya sapi, sisanya adalah kambing. Tapi ternak itu tak sampai mati hanya mengalami luka serius di pundaknya," kata Hutomo, Jumat (21/9).

Karena takut akan terinfeksi virus berbahaya, maka oleh pemilik ternak hewan-hewan itu langsung disembelih. Sedangkan harimau yang memangsa ternak itu langsung menjauh begitu melihat manusia.

Dikatakan Hutomo, perilaku harimau yang menyerang hewan ternak itu masih dalam batas wajar. Sebab, ia mencari hewan ternaknya. "Sifatnya masih liar karena mengindari pertemuan dengan manusia dan masuk ke hutan lagi," ujarnya.

Biasanya, untuk harimau berusia remaja memang memiliki perilaku yang suka menjelajah. Apalagi semakin bertambah dewasa daya jelajahnya akan semakin luas hingga puluhan kilometer dari lokasi induknya.

"Jadi begitu lihat satwa lainnya, dia mencoba untuk menangkap. Harimau remaja memang begitu dalam pertumbuhannya," ucapnya.

Diakui Hutomo, selama berada di desa tersebut anggotanya belum bertemu secara langsung dengan harimau remaja tersebut. Begitu pula dengan warga setempat, mereka hanya mendengar suara Auman dari Si Belang ini.

"Petugas hanya menemukan jejak di pinggir hutan yang berbatasan dengan perkampungan itu. Tidak sampai masuk ke pemukiman," bebernya.

Sebelumnya, pada awal tahun 2018 di Inhil juga terjadi konflik antara warga Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, dengan harimau betina yang diberi nama Bonita. Berbeda dengan Bonita, harimau yang berada di Dusun Teluk Nibung ini masih bersifat liar.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up