Persentase Angka Kematian akibat Covid-19 di Sulsel Terus Meningkat

21 Agustus 2021, 07:09:34 WIB

JawaPos.com–Satuan Tugas Covid-19 Sulawesi Selatan mencatat persentase angka kematian akibat pandemi Covid-19 di Sulawesi Selatan terus meningkat pada sepekan terakhir. Berdasar data pada 19 Agustus, persentase kematian di angka 1,81 persen sementara sepekan sebelumnya masih berada di angka 1,77 persen.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel Husny Thamrin seperti dilansir dari Antara di Makassar menyebutkan, tren kasus Covid-19 terjadi peningkatan dari hari ke hari. Terdapat 26 orang telah meninggal dunia akibat Covid-19 dan Kota Makassar masih menjadi wilayah terbanyak yakni empat orang meninggal akibat Covid-19 pada 19 Agustus.

”Dengan demikian, pasien Covid-19 meninggal di Sulawesi Selatan sebanyak 1.807 orang. Kita usahakan situasi ini akan kita kendalikan, karena kematian akibat Covid-19 di Sulsel juga masih fluktuatif,” ujar Husny Thamrin.

Bukan hanya pada kasus kematian, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 juga kian bertambah pada tiga hari terakhir. Bahkan pada 19 Agustus, kasus positif bertambah dua kali lipat, yakni sebanyak 892 orang. Sedangkan sehari sebelumnya, 493 kasus dari 2.690 spesimen yang diperiksa.

Husny Thamrin menyatakan, kenaikan kasus itu juga karena jumlah spesimen yang diperiksa lebih banyak, yakni 5.777 spesimen. Meski demikian, positif aktif Sulsel melampaui nasional yang hanya 8,5 persen tingkat nasional, sedangkan Sulsel 11,63 persen.

”Kalau jumlah yang sembuh ada 241 orang, sehingga totalnya keseluruhan sebanyak 86.349 orang,” terang Husny.

Ketua Tim Konsultan Covid-19 Sulsel Ridwan Amiruddin menyampaikan, prinsip dasar dalam menghalau penyebaran vaksinasi adalah dengan memperbanyak tes untuk memisahkan yang sehat dan sakit. Selanjutnya yang sakit dilaksanakan isolasi secara maksimal atau karantina yang baik.

”Sehingga pemutusan mata rantai pertumbuhan kasus dapat dilaksanakan. Pemerintah harus lebih lagi menggenjot vaksinasi,” kata Ridwan.

Dia menilai, banyak daerah yang telah mau melaksanakan vaksinasi tetapi stok vaksin yang kian terbatas. Selain itu, ketaatan terhadap protokol kesehatan yang masih belum memberikan hasil terbaik, karena tingkat partisipasi prokes masih 70–80 persen.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads