alexametrics

Ujian Tulis Berbasis Komputer Maju, Siswa Bisa Stres

21 Agustus 2019, 15:09:42 WIB

JawaPos.com – Siswa-siswi SMA kelas XII harus belajar lebih giat. Terutama mempersiapkan rangkaian ujian masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Sebab, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berencana memajukan pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) sebelum siswa lulus. UTBK itu merupakan tiket untuk mengikuti seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN).

Artinya, siswa akan menghadapi ujian masuk PTN sebelum rangkaian ujian sekolah (US) dan ujian nasional (UN).

Waka Humas SMAN 1 Kedungwaru Mardiyani mengatakan, jika benar Kemenristekdikti akan memajukan pelaksanaan UTBK, tentu itu akan berdampak bagi sekolah dan siswa. Minimnya persiapan siswa dalam belajar materi UTBK berpengaruh pada masa depan siswa. Sebab, selain persiapan UTBK, siswa kelas XII harus berfokus pada persiapan UN. Tentu, hal tersebut akan memecah konsentrasi siswa dalam belajar. ”Sementara ini belum ada informasi resmi. Tapi, jika benar dimajukan, tentu akan menyulitkan kami (guru dan siswa). Sebab, konsentrasi kami terpecah,” jelasnya kemarin (20/8).

Padahal, menurut dia, UTBK dan UN memiliki fungsi berbeda. UTBK digunakan untuk mendaftar jalur seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN). Sementara itu, UN berfungsi memetakan mutu dan kualitas sekolah. Dengan demikian, keduanya memiliki bobot yang penting.

Tak hanya itu, pria berambut putih tersebut menambahkan, jika pelaksanaan UTBK dipercepat sebelum UN, dikhawatirkan siswa lebih memilih untuk terfokus pada persiapan UTBK. Sebab, nilai UN tidak menentukan kelulusan siswa. Karena itu, siswa akan memandang sebelah mata persiapan UN. Padahal, keduanya tetap harus dipersiapkan dengan baik. Selain itu, persiapan yang cukup mepet tentu akan berpengaruh pada kesiapan mental dan materi siswa. Dikhawatirkan, hal tersebut membuat siswa stres. ”Kalau UTBK dipercepat, dikhawatirkan kesiapan siswa akan berpengaruh. Bisa saja stres karena minimnya waktu untuk persiapan,” tambahnya.

Dia berharap wacana tersebut sebaiknya dievaluasi terlebih dulu. Dengan demikian, sekolah dapat menyiapkan siswa-siswi secara matang dalam menghadapi UN maupun UTBK. ”Sementara ini kami menunggu keputusan resmi. Semoga saja masih ada evaluasi dari wacana tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) SMA dan Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Cabdindik Provinsi Jatim Tulungagung–Trenggalek Riris Etikasari mengaku belum menerima informasi resmi terkait dengan jadwal UTBK. Namun, dia mengatakan, hal tersebut masih sebatas wacana. ”Sampai saat ini belum ada informasi maupun petunjuk resmi. Jadi, masih berupa wacana saja yang bisa berubah,” jelasnya.

Riris tak menampik jika UTBK dimajukan, itu akan berpengaruh pada kesiapan siswa. Sebab, biar bagaimanapun, UN menjadi ujian wajib yang harus dilalui siswa kelas XII. Siswa pun diimbau tidak mengabaikan persiapan UN.

Dia berharap kebijakan apa pun tidak merugikan pihak mana pun, terutama siswa dan sekolah. ”Siswa tetap belajar sebaik mungkin dan tidak mengabaikan UN. Meski tidak menentukan kelulusan, UN juga tahap penting agar dapat lulus,” tandasnya.

Sebagai informasi, seleksi penerimaan mahasiswa baru terdiri atas tiga jenis. Yakni, seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), SBMPTN, dan ujian mandiri.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : nda/and/c12/end



Close Ads